Federasi Teknologi Informasi Indonesia Dukung Asian Games 2018

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 11:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 10 207 1920303 federasi-teknologi-informasi-indonesia-dukung-asian-games-2018-uuqhsxKtp0.jpg (Foto: Asiangames2018)

JAKARTA - FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia) menggelar Halal bi Halal bersama komunitas IT di Hotel Erian, Jakarta, Senin malam (9/7/2018). Acara ini bertujuan mendeklarasikan dukungan penuh kepada INASGOC sebagai panitia penyelenggara teknologi informasi (TI) Asian Games 2018.

FTII merupakan organisasi yang beranggotakan asosiasi-asosiasi industri teknologi informasi, antara lain APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia), ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia), AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), IdEA (Indonesia E-commerce Association), ACCI (Asosiasi Cloud Computing Indonesia), KKI (Komunitas Keamanan Informasi) dan lain-lain.

Ketua Umum FTII, Sylvia W. Sumarlin menjelaskan, '’Kontribusi nyata FTII dalam Asian Games 2018 adalah memberikan bantuan tenaga ahli sebagai relawan dalam melakukan uji-coba sistem dan pelatihan menjelang dan selama penyelenggaraan Asian Games 2018”.

 

Baca juga: iPhone 2018 Muncul dalam Versi Dummy, Begini Penampakannya

Menteri Komunikasi & Informasi, Rudiantara, menambahkan, “Kami membentuk Tim IT Asian Games yang terdiri dari 27 tenaga ahli yang berasal dari berbagai asosiasi dan komunitas IT tersebut.

 

Tenaga Ahli ini ditugaskan untuk menunjang kegiatan pada Information Technology & Telecommunication Department (ITTD Asian Games). Kementerian Kominfo juga bekerjasama dengan BPPT & BPKP dalam memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan IT Review atas implementasi IT yang telah dilakukan,” ujarnya.

Baca juga: Saingi Xiaomi, Samsung Buka Pabrik Smartphone Terbesar di India

Peran para tenaga ahli ini sangat krusial dalam memastikan stabilitas jaringan internet ke venue-venue Asian Games yang tersebar di Jakarta dan Palembang. Sistem ini berpusat pada jaringan cloud di Singapura dengan menggunakan jaringan milik PT. Telkom – agar dapat diakses secara internasional.

PT Telkom juga menyediakan sistem koneksi fibre-optic baik yang jalur utama maupun rendundant-nya. “Keamanan data menjadi perhatian penting selain soal distribusinya yang masif pada saat pelaksanaan. Untuk itu panitia melibatkan pilar penting dengan reputasi internasional yakni Ssyangyong Information Communication Corp (SICC), TISSOT, Microsoft dan NEC,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Ketua INASGOC.

 

SICC dari Korea Selatan adalah pihak yang ditunjuk resmi oleh Olympic Council of Asia (OCA) untuk menggelar sistem informasi Asian Games 2018 yang disebut AGIS (Asian Games Information System).

AGIS untuk Asian Games 2018 telah terpasang pada Cloud System Azure dari Microsoft dengan menggandeng mitra usahanya yaitu PT. Kreatif Dinamika Integrasi. Sementara itu penggelaran aplikasi AGIS ke lokasi-lokasi pertandingan (competition venues) maupun pendukung (non-Competition venues) dilakukan atas kerjasama PT. TELKOM Indonesia, PT. NEC Indonesia, dan PT. Griya Mitra Persada.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini