5 Fakta Fenomena Minimoon yang Perlu Anda Ketahui

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 20 Juli 2018 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 19 56 1924759 5-fakta-fenomena-minimoon-yang-perlu-anda-ketahui-IO5AW7Jpa1.jpg Ilustrasi Mini Moon

JAKARTA - Fenomena alam langka yang terjadi setahun sekali, akan dapat saksikan. Ada begitu banyak jenis gerhana bulan, tetapi kali ini fenomena sangat unik karena akan tampak lebih kecil dari biasanya, yakni minimoon.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperkirakan fenomena gerhana bulan total akan bertepatan dengan terjadinya minimoon. Fenomena tersebut akan terlihat pada 28 Juli 2018.

Sebelum menyaksikannya, lihatlah lima fakta di bawah ini seputar minimoon yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Minimoon Terjadi ketika Bulan Paling Jauh dari Bumi

Bumi

Bulan akan mendekati lunar apogee, yaitu berada pada jarak terjauh dengan Bumi. Lebih tepatnya, terlihat 14 lebih kecil dari supermoon, yang merupakan kebalikan dari minimoon. Sementara itu, supermoon adalah saat bulan paling dekat ke Bumi.

2. Fase Ini Terjadi karena Bentuk Bulan.

Bulan

Orbit bulan tidak bundar karena beberapa orang mungkin berpikir itu sebenarnya berbentuk elips. Bulan berada pada satu titik elips sementara Bumi berada di ujung yang lain. Bulan juga memiliki ukuran yang sama, tetapi jarak dari Bumi membuatnya tampak seperti lebih besar atau lebih kecil.

3. Fenomena Terlama di Abad Ini

BMKG

BMKG menyebutkan jika fenomena gerhana bulan total bertepatan dengan terjadinya minimoon akan terlihat selama 103 menit, pada 28 Juli 2018. Menurutnya, ini akan menjadi fenomena astronomi terlama abad ini.

Lengkapnya, gerhana bulan total juga akan memiliki waktu yang lebih lama. Mulai kontak awal gerhana hingga berakhir akan terjadi kurang lebih selama 6 jam 17 menit. Berbeda dengan gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 hanya 5 jam 20 menit.

 

4. Terlihat di Indonesia

Peta

Berdasarkan data BMKG, gerhana bulan total bertepatan dengan fenomena minimoon, pada 28 Juli 2018 dapat dilihat dari wilayah Indonesia, Samudra Pasifik bagian barat, Australia, Asia, Eropa, Afrika, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Amerika Selatan.

5. Tidak Terjadi Pasang Surut di Indonesia

Laut

Fenomena gerhana bulan total bertepatan dengan terjadinya minimoon tidak akan menyebabkan terjadinya pasang air laut. Berbeda dengan gerhana bulan total bertepatan dengan terjadinya super blood moon pada 31 Januari 2018, yang menyebabkan terjadinya banjir rob atau air laut naik ke daratan di beberapa daerah di Indonesia. 

Hal itu disebabkan posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi (perigee) sekitar 360.000 kilometer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini