Twitter Kunci Akun dengan Nama 'Elon Musk', Ada Apa?

Anggita Nurlitasari, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 26 207 1927622 twitter-kunci-akun-dengan-nama-elon-musk-ada-apa-c7FeR6Xynu.jpg (Foto: Bgr)

JAKARTA - Semua orang pasti mungkin pernah membuat kesalahan ketika tidak sengaja membalas tanggapan dari Twitter, seperti yang dialami Elon Musk. Pesan atau kicauan tweet tentang aksinya mengirimkan kapal selam dalam penyelaman di Gua Thailand itu mengakibatkan munculnya sebuah penipuan yang terjadi dalam sebulan terakhir.

Dilansir Bgr, Kamis (26/7/18), setiap mencari dengan keyword Elon Musk, ribuan akun fake dengan identitas display name dan beberapa penyebutan atas nama terkait muncul. Akun menawarkan untuk memberikan berbagai macam pinjaman altcoin seperti Ethereum.

Seperti kegiatan penipuan lainnya, pengguna diminta mengirimkan sejumlah uang jika ingin mendaftar, namun jika diteliti lebih jelas, itu akan menambah pendapatan pada setiap akun itu sendiri.

Jika diperhatikan, ini merupakan masalah yang sederhana untuk dipecahkan, namun terdapat kesulitan dalam mencari histori pencarian jejak Twitter itu sendiri. Tidak heran mengapa penipuan Crypto sudah merajalela sejak berbulan-bulan. Namun, dalam hal ini Twitter telah melakukan kebijakan untuk mengatasi semua masalah itu.

 

Berdasarkan statement yang disampaikan untuk The Verge, setiap orang dengan akun yang tidak terverifikasi dan menggunakan nama Elon Musk akan dikunci akunnya oleh pihak Twitter. Pengguna wajib mengisi CAPTCHA dan harus memasukan nomor telefon untuk dapat mengaksesnya kembali, hal ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya penipuan crypto dan spam.

Baca juga: Facebook Bangun Anak Perusahaan di China, untuk Apa?

“Sebagai tindak lanjut dari upaya kami untuk memerangi spam dan aktivitas penipuan pada layanan kami, kami akan menerapkan langkah-langkah baru untuk menghapus akun-akun yang terkait dengan nama dan aktivitas yang merugikan. Kami terus mengupayakan untuk menyempurnakan pendeteksian ini dalam memerangi spam,” kata juru bicara Twitter kepada The Verge.

Mengingat banyaknya kemungkinan spam, dan penipuan di Twitter. Mungkin mereka akan beralih menggunakan nama public figure lainnya.

 

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Gerhana Bulan Pekan Ini Sayang untuk Dilewatkan

Terlepas apakah ini akan menyelesaikan masalah itu, namun Twitter telah mengambil jalan yang masuk akal untuk mengurangi masalah di platformnya daripada hanya membiarkan masalah itu terus bermunculan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini