Share

LAPAN: Embun Es Dieng Tak Ada Hubungannya dengan Gerhana Bulan Total

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 26 56 1927714 lapan-embun-es-dieng-tak-ada-hubungannya-dengan-gerhana-bulan-total-sS5XuHEQN7.jpg Embun es mirip salju di Pegunungan Dieng (Foto: Twitter: @Sutopo_PN)

JAKARTA - Fenomena embun es Dieng baru-baru ini diungkap oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menggunggah beberapa foto mengenai kondisi di Dieng pada pagi hari, Kamis (26/7/2018). Ia mengatakan, dalam Pegunungan Dieng saat ini dihampari oleh embun es. Embun es itu tampak selintas mirip dengan salju.

Fenomena tersebut cukup unik dan jelang Gerhana Bulan Total (GBT) terlama yang akan terjadi beberapa waktu lagi, tepatnya 28 Juli 2018.

Menanggapi hal tersebut, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto mengungkapkan jika kedua fenomena tersebut tidak ada hubungannya sama sekali.

"Gerhana atau bulan purnama tidak ada sangkutpautnya dengan fenomena atmosfer tersebut," tutur Rhorom kepada Okezone, Kamis (26/7/2018).

 Embun Es

Baca Juga: Soal Fenomena Embun Es di Dieng, Ini Penjelasan LAPAN

Rhorom mengungkapkan jika embun dingin yang terjadi di Pegunungan Dieng merupakan fenomena atmosfer yang terjadi karena terjadinya musim dingin di Australia.

"Kemungkinan ada angin dingin bertiup dari Australia yang sedang musim dingin. Akibatnya temperatur di beberapa wilayah Indonesia sempat turun dari normal," jelasnya.

Selain angin musim dingin di Australia yang mempengaruhi cuaca di Indonesia. Saat ini Indonesia juga tengah memasuki musim kemarau.

Dampaknya menurut dia adalah curah hujan turun drastis, uap air di udara berkurang, temperatur siang terasa panas dan malam terkadang dingin.

Embun es

Baca Juga: Ini 17 Kota di Dunia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini