Gerhana Bulan Total Bertepatan dengan Fenomena Selenelion, Apa Itu?

Anggita Nurlitasari, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 15:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 27 56 1928227 gerhana-bulan-total-bertepatan-dengan-fenomena-selenelion-apa-itu-aO79xxd5re.jpg (Foto: Newshub)

JAKARTA - Anda yang berada di negara Selandia Baru akan dapat menyaksikan peristiwa langka, yang disebut Selenelion. Saat itu cahaya Bulan akan hilang di ufuk barat dan mahahari terbit di ufuk timur. Inilah yang dinamakan fenomena Selenelion.

Menurut NASA, gerhana matahari memiliki 3 jenisnya yaitu total, parsial dan annular. Sedangkan gerhana Bulan memiliki 2 kategori, yaitu total dan parsial, seperti dilansir Stuff, Jumat (27/7/2018).

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan mengaburkan cahaya dari Matahari, dan gerhana parsial terjadi ketika bulan menghalangi sebagian dari Matahari. Gerhana Matahari annular adalah ketika Bulan berada di posisi jauh dari Bumi.

Hal itu membuat ukurannya berubah menjadi lebih kecil di langit, gerhana membuat seolah ada lingkaran cahaya di sekeliling Bulan. Gerhana matahari bisa disaksikan dalam beberapa menit, namun biasanya hanya bisa dilihat dalam beberapa detik saja.

 
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Gerhana Bulan Pekan Ini Sayang untuk Dilewatkan

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada pada posisi sejajar. Gerhana bulan parsial terjadi ketika sebagian dari Bulan membelakangi Bumi.

 

Gerhana Bulan cenderung bertahan dalam beberapa jam. Ini dikarenakan atmosfer Bumi yang menghasilkan cahaya berwarna biru, dan Bulan yang muncul menjadi berwarna merah selama terjadinya gerhana Bulan.

Semua gerhana dapat disaksikan di wilayah Selandia Baru, walaupun harus mencari area yang tepat untuk menyaksiklan Gerhana Matahari. Untuk melihat gerhana bulan Anda harus berada di sisi yang tepat agar langit tidak tertutup oleh benda luar angkasa lainnya.

Menurut Dr Duncan Steel dari Center Space Science Technology, gerhana bulan total terjadi di Selandia Baru dan terjadi kurang lebih setiap 3 tahun. Gerhana bulan parsial umumnya terjadi kurang lebih setengah tahun hingga 1 tahun.

 
Baca juga: Ini Dampak Gerhana Bulan Total 28 Juli terhadap Bumi

Selenelion terjadi pada Sabtu nanti, gerhana bulan akan membiaskan cahaya yang akan membuat matahari cukup terlihat. Peristiwa ini terjadi sekira 30 tahun sekali di lokasi tertentu. Sedangkan gerhana matahari parsial terjadi 1 tahun 2 kali.

 

Gerhana matahari total biasanya terjadi lebih jarang. Steel mengatakan waktu selanjutnya untuk menyaksikan di wilayah Selandia Baru pada 2028.

NASA mengatakan Bumi akan mengalami 230 gerhana bulan selama abad ke-21. Sebagai perbandingannya, Bumi akan mengalami 224 gerhana matahari sebelum 2100.

Di antara 2018 dan 2040 akan terjadi gerhana matahari total di Selandia Baru, Steel mengatakan ini merupakan kejadian yang langka.

Semakin Anda berada di selatan, kemungkinan untuk melihat selenelion pada sabtu nanti akan semakin besar. Dave Kelbe, ilmuwan di Pusat Teknologi Sains Luar Angkasa, berencana pergi untuk memotret peristiwa tersebut di Middlemarch.

Ia mengatakan jika ingin melihat gerhana yang unik ini harus berada pada ketinggian dan menghindari daerah yang berawan.

Menurut MetService, wilayah Dunedin dan Clutha merupakan tempat yang ideal untuk menyaksikan peristiwa selenelion pada Sabtu pagi.

Steel mengatakan semua orang yang menyaksikan gerhana pada Sabtu nanti, tidak ada pelindung mata yang diperlukan untuk melihatnya, karena ini hanya merupakan gerhana Bulan. Hanya membutuhkan pandangan langit yang jelas.

Dia memperingatkan bahwa gerhana matahari berbeda, orang yang melihatnya tidak boleh menggunakan mata telanjang karena akan merusak mata.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini