Club Astronomi Santri Assalaam Gelar Nonton Bareng Gerhana Bulan Total

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 17:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 56 1928307 club-astronomi-santri-assalaam-gelar-nonton-bareng-gerhana-bulan-total-YEd1uK15FA.jpg (Foto: Bramantyo/Okezone)

SUKOHARJO - Gerhana Bulan kembali terjadi di Indonesia. Gerhana bulan pertama terjadi akhir Januari lalu dan gerhana bulan kedua akan terjadi pada Sabtu (28/7/2018).

Gerhana bulan yang terjadi besok juga dinamakan "Blood Moon" atau Bulan Darah, karena Bulan akan terlihat warna kemerahan yang muncul akibat objek itu melewati bayangan Bumi.

Kepala Pusat Astronomi Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi menyampaikan jika fenomena gerhana bulan yang terjadi kini dianggap sangat istimewa.

Karena akan menjadi gerhana bulan total (GBT) terlama pada abad ini. Di belahan Bumi Indonesia, awal gerhana bulan diprediksi mulai terjadi pada pukul 00.15 WIB. Planet Mars juga akan terlihat jelas. 

 

"Peristiwa ini juga langka, karena posisi planet Mars bertepatan jaraknya berdekatan dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir. Jadi planet Mars akan terlihat berdampingan dengan bulan di langit Indonesia," papar Sugeng kepada media, Jumat (27/7/2018).

Menurut Sugeng, gerhana bulan di tahun ini terjadi dua kali. Namun, gerhana bulan total yang kedua ini waktunya akan panjang, diperkirakan memakan waktu 103 menit.

"Fenomena ini sangat istimewa, artinya hal seperti ini baru bisa terlihat 100 tahun lagi, yakni, pada 9 Juni 2123 mendatang. Itupun tidak bisa diamati dari Indonesia," papar Sugeng kepada media di Pondok Assalam.

Begitu istimewanya peristiwa kali ini, lanjut Sugeng karena bulan tidak akan terlihat berwarna merah darah namun akan dihiasi warna biru. Sapuan warna biru di paras Bulan disebabkan adanya hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Bertepatan dengan Fenomena Selenelion, Apa Itu?

Sugeng mengatakan, GBT kali ini berbeda dengan yang sebelumnya di mana bersamaan dengan Supermoon, yaitu bulan berada pada titik lunar Perigee (jarak terdekat dengan Bumi).

 

Sedangkan yang sekarang akan bertepatan dengan Minimoon. Karena pada saat fase purnama bertepatan atau hampir bertepatan, dengan saat Bulan menempati titik Apogee (titik jarak terjauh dengan Bumi).

Baca juga: Ini Dampak Gerhana Bulan Total 28 Juli terhadap Bumi

Fenomena gerhana bulan ini bisa diamati dengan jelas pada Sabtu dini hari nanti, karena bertepatan dengan musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih tanpa awan, karena resiko tertutup mendung sangat kecil.

"Penasaran, silahkan besuk Sabtu dinihari dibuktikan dengan datang ke DOM Astronomi Assalaam untuk ikut melihat," pungkas Sugeng. (Bramantyo)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini