nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan 'Hidupkan' Dua Cacing yang Membeku 40.000 Tahun

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 07:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 30 56 1929398 ilmuwan-hidupkan-dua-cacing-yang-membeku-40-000-tahun-cIX8atcUaX.jpg Ilmuwan 'Hidupkan' Cacing yang Membeku 40.000 Tahun (Foto: New Atlas)

JAKARTA - Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Doklady Biological Sciences menemukan jika para ilmuwan telah berhasil menghidupkan kembali dua cacing yang membeku selama 40.000 tahun.

Dilansir dari laman New Atlas, Senin (30/7/2018), dua cacing betina tersebut membeku dalam tanah permafrost di Siberia, yakni tanah yang berada di titik beku pada suhu 0 derajat Celcius.

Para ilmuwan menghidupkan kembali dua cacing tersebut dengan mencairkannya. Hal tersebut membuat mereka menjadi makhluk hidup tertua di planet dan organisme multisel pertama yang selamat dari cryobiosis jangka panjang.

"Data kami menunjukkan kemampuan organisme multisel untuk bertahan hidup jangka panjang (puluhan ribu tahun) cryobiosis di bawah kondisi cryoconservation alami. Jelas bahwa kemampuan ini menunjukkan bahwa nematoda Pleistosen memiliki beberapa mekanisme adaptif yang mungkin memiliki kepentingan ilmiah dan praktis untuk bidang ilmu terkait, seperti cryomedicine, cryobiology, dan astrobiology,” kata ilmuwan.

 cacing beku

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bintang yang Melaju Cepat di Alam Semesta

Lebih lanjut, penelitian para ilmuwan ini dimulai dari mengumpulkan dan menganalisis lebih dari 300 sampel endapan permafrost. Tim menemukan bahwa dua dari mereka mengandung spesimen yang layak dari nematoda tanah (cacing).

Salah satu contoh ini diambil dari tanah tupai liang di singkapan Duvanny Yar, yang sebelumnya telah melalui penanggalan radiokarbon sekira 32.000 tahun. Sampel kedua adalah inti es yang dibor dari deposit glasial dekat Sungai Alazeya, yang setara dengan sekira 41.700 tahun.

Kedua cacing tadi (sampel) dicairkan dalam cawan Petri dengan metode pengayaan untuk meningkatkan pertumbuhan mereka. Mereka dipanaskan pada suhu 20 derajat Celcius selama beberapa minggu hingga keduanya mulai bergerak lagi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini