Ilmuwan Gunakan Cangkang Kepiting Ciptakan Material Pengganti Plastik

Anggita Nurlitasari, Jurnalis · Rabu 01 Agustus 2018 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 31 56 1930006 ilmuwan-gunakan-cangkang-kepiting-ciptakan-material-pengganti-plastik-f7LVojRL5X.jpg (Foto: International Business Times)

JAKARTA - Para peneliti di Georgia Institute of Technology telah mengembangkan bahan kompos yang berasal dari cangkang kepiting dan serat pohon. Cangkang kepiting dan serat pohon ini mungkin tidak hanya dapat menggantikan bungkus plastik saja, melainkan menjaga makanan lebih segar dan lebih lama.

Mengapa cangkang kepiting dan serat pohon? Cangkang kepiting memiliki komposisi yang terdiri dari jenis 'chitin nanofiber' tertentu. Bahan kimia dalam serat pohon dapat membantu menjaga bahan kimia dari cangkang kepiting di tempatnya.

Dilansir dari Bigthink, hal tersebut sebenarnya sudah terfikirkan sejak beberapa waktu belakangan untuk menggunakan bahan 'nanomaterial selulosa', khususnya karena mereka "murah, ringan, ramah lingkungan, dan mudah didaur ulang atau dibuat kompos".

Berdasarkan kalkulasi data Statista U.S, data sensus dan Simmons National Consumer Survey, 61 miliar orang Amerika menggunakan 10 atau lebih rol atau box/plastic wrap di 2017. Sebanyak 91% plastik tidak bisa didaur ulang dan baru bisa hancur 400 tahun kemudian.

 

Semua ini berdampak pada lingkungan, seperti yang dicatat oleh The Independent pada tahun 2017, plastik merupakan bahan beracun ketika dibuang secara tidak tepat. Saat ini diperkirakan membahayakan lebih dari 600 spesies di alam liar.

Manusia mungkin akan lebih banyak menemukan plastik di laut daripada ikan. Plastik dapat mencemari udara yang makhluk hidup hirup.

Bahan kimia yang saat ini terdapat di bungkus plastik, baik minyak Bumi atau 'nurdles' (pelet plastik yang sering digunakan sebagai 'blok bangunan' dasar untuk produk plastik) dapat menarik racun. Kemudian meningkat ke tingkat berbahaya lalu dimakan oleh ikan atau burung.

Peraturan semacam itu akan membuat orang percaya bahwa itu hanya masalah waktu sampai pembuat kebijakan mulai menyusun kebijakan dengan tujuan memperbaiki masalah ini. Plastik memiliki komposisi yang sangat sulit dihancurkan.

Baca juga: WhatsApp Resmi Hadirkan Fitur Video Call Group

The American Progressive Bag Alliance berhasil menunda sementara undang-undang California yang melarang tas plastik. Di Georgia, seperti dilaporkan The Washington Post pada tahun 2015, negara mengeluarkan undang-undang yang melarang larangan kantong plastik.

 

RUU serupa muncul di Michigan dan Wisconsin, masing-masing juga mengandung kebijakan dari American Progressive Bag Alliance.

Baca juga: WhatsApp Bisa Video Call 4 Orang Sekaligus, Begini Caranya

Orang yang mendukung penggunaan plastik mengatakan, ”Sulit untuk membayangkan kehidupan tanpa plastik".

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini