Jaring Ribuan Driver di Vietnam, Go-Jek Sasar 3 Negara Lagi di Asia Tenggara

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 01 Agustus 2018 17:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 01 207 1930441 jaring-ribuan-driver-di-vietnam-go-jek-sasar-3-negara-lagi-di-asia-tenggara-tQZc7jODS6.jpg Driver Go-Jek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Setelah Vietnam, Go-Jek berencana melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspansi ke tiga pasar baru di Asia Tenggara.

Dilansir dari laman Tech Crunch, Rabu (1/8/2018), rencananya Go-Jek akan memperluas pasar ke Thailand pada September 2018, dan Filipina sebelum akhir tahun ini. Sementara itu, untuk Singapura masih dalam tahap pembicaraan dengan operator taksi ComfortDelGro. Sehingga, untuk tanggal dan kejelasannya belum bisa dipastikan.

Lebih lanjut, tampaknya Go-Jek berpotensi menjadi saingan Grab, yang sebelumnya telah lebih dulu menguasai beberapa pasar di Asia Tenggara. Tak sama dengan Grab, Go-Jek memberikan nama layanan dan aplikasi yang berbeda di setiap negara.

Sehingga memberikan kesan pendekatan yang lebih lokal. Misalnya saja Go-Viet untuk Vietnam dan Get untuk Thailand. Jadi, nantinya jika akan menggunakan layanan Go-Jek di negara lain harus mengunduh aplikasi Go-Jek lokal.

Gojek

Baca Juga: Go-Viet, 'Go-Jek Vietnam' Kini Hadir di Play Store dan App Store

Seperti diketahui sebelumnya, Go-Jek merupakan perusahaan teknologi yang menawarkan kemudahan perjalanan melalui jasa ojek yang berbasis di Indonesia. Pada Mei 2018, Go-Jek yang didukung Google mengatakan akan menginvestasikan sekira USD500 juta untuk ekspansi internasionalnya ini.

Untuk pelebaran pasar telah pertama kali dilakukan di Vietnam, dengan meluncurkan aplikasi Go-Viet, pada 1 Agustus 2018. Layanan ini mencakup 12 distrik di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Sebelumnya dilaporkan, pihak Go-Viet mengklaim telah memiliki ribuan driver, yang nantinya tersedia di 12 distrik di seluruh kota Ho Chi Minh.

“Vietnam dapat memperoleh banyak manfaat dari layanan yang akan kami tawarkan. Kami berharap masyarakat Vietnam akan mulai melihat kami sebagai aplikasi transportasi dan logistik," kata co-founder dan CEO Go-Viet, Duc Nguyen.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini