nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saksikan Galaksi Bima Sakti, LAPAN Ajak Masyarakat Matikan Lampu Malam Ini

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 06 56 1932658 saksikan-galaksi-bima-sakti-lapan-ajak-masyarakat-matikan-lampu-malam-ini-AiTsbg06mH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada hari ini (6/8/2018) mengajak masyarakat Indonesia untuk mematikan lampu luar pukul 20.00-21.00 waktu setempat. Hal ini bertepatan dengan Hari Keantariksaan yang jatuh pada 6 Agustus.

Selain itu, ketua LAPAN, Thomas Djamaluddin mengungkapkan jika hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat lebih peka terhadap polusi cahaya yang terjadi saat ini.

Perlu diketahui, menurut dia, masyarakat perkotaan saat ini kurang bisa menikmati langit malam karena adanya polusi cahaya. Polusi cahaya di sini merupakan cahaya yang bersumber dari cahaya lampu kota, dari perumahan, gedung-gedung, lampu jalan, lampu taman, dan lampu reklame.

Bahkan, hal tersebut juga mampu berdampak pada gangguan tidur warga kota (menurut penelitian di beberapa kota besar dunia).

“Mari batasi penggunaan lampu luar (lampu jalan, lampu taman, lampu reklame). Kalau pun diperlukan ada lampu luar, upayakan mengarah ke bawah, tidak ada yang terpancar ke atas. Malam Langit Gelap merupakan kampanye untuk sadar polusi cahaya, serta mendorong public untuk membatasi penggunaan lampu luar. Dengan Malam Langit Gelap diharapkan masyarakat merasakan perbedaan kondisi terpolusi cahaya dan kondisi minim polusi cahaya," kata Thomas kepada Okezone.

 Bima Sakti

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Total Curi Perhatian Warga Dunia

Sehingga, diharapkan jika banyak masyarakat yang terlibat dengan kampanye tersebut. Maka gangguan polusi cahaya berkurang dan objek-objek langit banyak yang terlihat. Dia menambahkan jika pada hari ini langit dihiasi dengan banyak sekali keindahan langit.

“Dapat disaksikan Galaksi Bimasakti yang membentang di atas kepala, empat planet yang berjajar dari Barat ke Timur (Venus, Jupiter, Saturnus, dan Mars), beberapa rasi bintang terkenal (Scorpio - Kalajengking, Cygnus - Angsa, dan Crux - Salib Selatan), Segi Tiga Musim Panas (Vega - Altair - Deneb), serta beberapa hujan meteor,” imbuh dia.

Peneliti LAPAN, Rhotom Priyatikanto juga menambahkan 25 persen penduduk Indonesia tidak bisa melihat indahnya Milky Way atau Bimasakti, karena adanya polusi cahaya. Mereka harus pergi jauh dari kediamannya untuk menyaksikan keindahan malam semacam itu.

“Untuk mengingatkan masyarakat bahwa langit gelap berbintang adalah salah satu aset penting untuk dijaga, LAPAN memanfaatkan momen hari antariksa nasional tanggal 6 Agustus ini untuk kampanye. Kampanye Malam Langit Gelap, matikan lampu luar pukul 20-21, saksikan langit bertabur bintang,” imbuh dia kepada Okezone.

Bima Sakti

Baca Juga: Ilmuwan Gunakan Cangkang Kepiting Ciptakan Material Pengganti Plastik

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini