Google Blokir 145 Aplikasi yang Terinfeksi Malware

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 07 207 1933182 google-blokir-145-aplikasi-yang-terinfeksi-malware-yb5czXd0JJ.jpg Google (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Google membuat langkah pasti dengan memblokir 145 aplikasi Android berisi malware yang dapat menyerang PC Windows.

Dilansir dari laman The Inquire, Rabu (8/8/2018) aplikasi yang terinfeksi tersebut ditemukan oleh tim riset keamanan Unit 42 Palo Alto Networks. Mereka telah memperingatkan Google untuk aplikasi yang berisi file yang mampu menyerang Windows.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya mengapa peretas akan menempatkan malware Windows di aplikasi Android, mengingat kedua sistem operasi tersebut tidak memiliki pondasi yang sama.

Pada kenyataannya, malware menyebar ke aplikasi Android yang dikembangkan pada PC Windows yang terinfeksi.

"File APK yang terinfeksi tidak menimbulkan ancaman apa pun ke perangkat Android, karena biner yang dapat dieksekusi Windows ini hanya dapat berjalan di sistem Windows. Mereka tidak aktif dan tidak efektif pada platform Android," kata peneliti Unit 42.

Mereka menambahkan, "Fakta bahwa file APK ini terinfeksi menunjukkan bahwa pengembang membuat perangkat lunak pada sistem Windows yang disusupi yang terinfeksi malware. Jenis infeksi ini adalah ancaman bagi rantai pasokan perangkat lunak, karena pengembang perangkat lunak yang mengorbankan telah terbukti menjadi efektif taktik untuk serangan berskala luas. Contohnya termasuk, KeRanger, XcodeGhost, dan NotPetya.”

Malware

Baca Juga: Apple, YouTube, Facebook Blokir Konten Alex Jones, Ada Apa?

Mengingat sifat berbahaya NotPetya, Unit 42 menegaskan jika infeksi tingkat rantai pasokan ini bisa dibilang cukup serius meskipun aplikasi yang terinfeksi tidak menimbulkan risiko bagi pengguna Android.

Pasalnya, penyebaran malware ini melalui rantai pasokan aplikasi bisa saja menjadi jauh lebih buruk dalam kasus ini.

"Lingkungan pengembangan adalah bagian penting dari siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Kami harus selalu berusaha untuk mengamankannya terlebih dahulu. Kalau tidak, tindakan penanggulangan keamanan lainnya bisa saja sia-sia," pungkasnya.

Ini mungkin berarti Google juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap aplikasi yang dikirimkan ke Play Store, karena tidak hanya perlu mencari malware yang menyerang Android. Tetapi juga nugget kode berbahaya yang dapat menimbulkan risiko pada perangkat lain juga.

Malware

 Baca Juga: Sistem Operasi Terbaru Android Pie Siap Meluncur

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini