nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Facebook Minta Data Nasabah Ke Bank-Bank Besar di AS, Ada Apa?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 18:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 08 207 1933687 facebook-minta-data-nasabah-ke-bank-bank-besar-di-as-ada-apa-oPk2nsiN9G.jpg Facebook (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Facebook telah berbicara dengan bank-bank besar di Amerika Serikat (AS) untuk meminta data nasabah. Termasuk transaksi kartu pelanggan, kebiasaan berbelanja, dan saldo rekening.

Raksasa teknologi itu telah meminta bank-bank, seperti JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo, dan US Bancorp. Mereka kabarnya di tawari untuk bekerja sama dengan Facebook dalam layanan keuangan baru aplikasi tersebut.

Dilansir dari laman The Verge, Rabu (8/8/2018) menanggapi hal tersebut, Facebook menyangkal bahwa mereka telah aktif meminta perusahaan jasa keuangan untuk data transaksi keuangan. Pihaknya mengatakan bahwa itu hanya ingin bermitra dengan bank dan perusahaan kartu kredit untuk menawarkan layanan pelanggan melalui chatbot di Messenger.

Serta untuk membantu pengguna mengelola akun mereka dalam aplikasi. Fitur serupa sudah ada di Messenger dengan American Express, Mastercard, dan integrasi PayPal. Akan tetapi, menurut Facebook ingin memperluas kemitraannya dengan bank yang lebih tradisional.

Facebook

Baca Juga: Google Blokir 145 Aplikasi yang Terinfeksi Malware

Lengkapnya, ini merupakan bagian dari tawaran Facebook untuk memperluas aplikasi Messenger dari layanan chatting ke lebih banyak penggunaan inti yang akan membuat pengguna tetap berada di platformnya lebih lama.

Ini mempertimbangkan fitur yang menunjukkan saldo rekening giro mereka dari dalam Messenger. Serta memberi tahu pengguna tentang adanya penipuan ataupun mencegahnya.

"Orang-orang dapat melacak data transaksi mereka seperti saldo akun, tanda terima, dan pembaruan pengiriman," kata Facebook.

Namun sayangnya, belum lama ini reputasi Facebook dirusak oleh skandal privasi data terbaru di mana Cambridge Analytica menyalahgunakan data dari 87 juta pengguna Facebook. WSJ melaporkan jika bank prihatin tentang bagaimana Facebook akan menangani privasi data, apalagi menyangkut informasi keuangan, yang sering lebih sensitif daripada rincian pengguna Facebook.

Satu bank yang diajak kerjasama oleh Facebook bahkan langsung mengakhiri pembicaraan. Namun, Facebook terus meyakinkan jika pihaknya tidak akan menggunakan data untuk iklan bertarget dan tidak akan membaginya dengan pihak ketiga.

Hal tersebut tampaknya cukup susah untuk Facebook. Padahal perusahaan teknologi lainnya seperti Google dan Amazon juga meminta bank untuk membagikan data pelanggan sehingga mereka dapat menambahkan layanan perbankan pada asisten suara mereka. Hal ini seperti membuktikan, di mana kepercayaan orang di Amazon dan Google jauh lebih tinggi dari kepercayaan mereka di Facebook.

 Facebook

 Baca Juga: Setelah Diblokir Apple dan Google, Aplikasi Alex Jones Malah Booming

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini