nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Indonesia Jangan Terlewat Menikmati Hujan Meteor Malam Nanti

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Minggu 12 Agustus 2018 15:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 12 16 1935441 masyarakat-indonesia-jangan-terlewat-menikmati-hujan-meteor-malam-nanti-RryzYQFr0F.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA - Masyarakat Indonesia masih bisa menikmati pemandangan hujan meteor Perseid yang berlangsung mulai 11-12 Agustus 2018.

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin fenomena tersebut dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

“Semua wilayah Indonesia bisa melihatnya. Syaratnya, cuaca cerah, jauh dari polusi cahaya, dan medan pandang tidak terhalang,” tutur dia kepada Okezone, Sabtu (11/8/2018).

Pada Januari 2018, Indonesia juga mengalami fenomena hujan meteor Quadrantids.

150 Meteor

Thomas mengatakan, meteor yang akan menghujani bumi berjumlah sangat banyak, yakni 150 meteor per-jam.

“Perseid diamati di langit utara. Kemudian, waktu pengamatan terbaik dini hari pukul 01.00-05.00 waktu setempat (menurut daerah masing-masing,” tutur Thomas.

Foto/Ist

Fenomena hujan meteor yang sering dikaitkan dengan komet Swift-Tuttle ini dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle (nama resmi: 109P/Swift-Tuttle) yang masuk ke atmosfer Bumi.

Hujan meteor Perseid disebabkan oleh serpihan yang jatuh dari ekor komet Swift-Tuttle saat bersentuhan dengan atmosfer Bumi. Komet ini mengorbit Matahari setiap 133 tahun. Meteor ini sebagian besar tidak lebih besar dari butiran pasir. Kemudian objek langit ini akan terbakar ketika mereka mencapai atmosfer pada 58 kilometer (36 mil) per detik untuk menghasilkan aliran cahaya di langit.

Suhu puncak bisa mencapai di mana saja dari 1.648 hingga 5.537C (3.000 hingga 10.000 Fahrenheit) saat mereka melaju di langit. Lalu, meteor disebut Perseids karena mereka tampaknya melesat keluar dari konstelasi Perseus. (Fzy)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini