nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Domain Jokowi-Maaruf Dibuat untuk Cegah Berita Hoax

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 12 Agustus 2018 00:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 12 207 1935264 domain-jokowi-maaruf-dibuat-untuk-cegah-berita-hoax-Cmx3vueOAz.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Jokowi resmi menggandeng ulama dan politisi Indonesia, Maaruf Amin untuk melaju ke pemilihan umum. Usia yang terpaut jauh tak menjadi penghalang untuk mendampingi Jokowi di pesta demokrasi lima tahunan mendatang.

Paling menarik, momen tersebut menjadi peluang seorang warganet untuk membuat domain dengan nama pasangan tersebut, Jokowi Maaruf, dan menjualnya. Seorang pemilik Apotek Mitra Medika, Adityamurti Aji Prakoso di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah membuat domain jokowimaruf.com dan jokowimaruf.id setelah keduanya resmi dipasangkan.

Dalam website tersebut terpampang harga website yang dibanderol dengan harga Rp2 miliar serta kontak untuk mengajukan penawaran.

"Untuk domain saya daftarakan saat itu juga saat pengumuman pada 9 Agustus 2018 sore setelah deklarasi Capres-Cawapres," tutur Adityamurti Aji Prakoso kepada Okezone, Sabtu (11/8/2018).

 

Lebih lanjut, dia mengatakan jika tujuannya membuat domain tersebut adalah untuk mengamankan nama Jokowi-Maaruf. Menurut dia, saat ini banyak berita bohong atau hoax.

"Sebagai orang biasa saya memiliki kepedulian, jadi daripada namanya jatuh kepada orang yang tidak bertanggungjawab, jadi diambil. Tidak untuk media provokasi dan sebagainya. Domain harus dipertanggungjawabkan, karena ada potensi black campaign. Jadi harus menggunakannya lebih baik," jelas dia.

Baca juga: Dijual! Domain Web Jokowi-Maaruf Dibanderol Rp2 Miliar, Prabowo-Sandi Rp1 Miliar

Tidak hanya sampai di situ, selain domain pasangan Jokowi-Maaruf. Dia juga membuat domain dengan nama pasangan Prabowo-Sandi, yakni prabowosandiaga.id.

 Kemudian saat ditanya tentang penawaran website, Aditya menjelaskan jika untuk saat ini banyak yang bertanya, namun hanya untuk iseng saja. Namun, lanjut dia, jika ada yang menawar dia akan memilih pembeli dengan sangat hati-hati, yakni menanyakan profil, tujuan, serta akan dijadikan seperti apa website tersebut. Hal ini menurutnya, agar tidak ada penyalahgunaan nantinya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini