Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Game Monster Hunter: World Dihentikan, Ada Apa?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 14 326 1936413 penjualan-game-monster-hunter-world-dihentikan-ada-apa-lG4y7tsThR.jpg Monster Hunter: World (Foto: VG247)

JAKARTA - Hari ini, saham Tencent dikabarkan turun hingga 3,71 persen di China. Hal ini lantaran, negeri tirai bambu itu telah menghentikan penjualan video game populer milik raksasa teknologi tersebut, Monster Hunter: World pada platform distribusi, WeGame. Kabarnya, game tersebut ditarik dari penjualan karena isinya tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Dilansir dari laman CNBC, Selasa (14/8/2018) langkah tersebut terjadi kurang dari seminggu, setelah game diluncurkan pertama kali di China, pada 8 Agustus 2018.

Menanggapi pencabutan tersebut, Tencent menegaskan bagi para pemain yang telah membeli permainan akan mendapatkan uangnya kembali dalam lima hari. Ini setelah mereka mengajukan permohoman pada 20 Agustus. Di luar tanggal itu, mereka dapat terus bermain tetapi tidak akan ada jaminan bahwa permainan akan terus berlanjut.

Lebih lanjut, menurut Financial Times, sumber yang dekat dengan WeGame mengatakan penghapusan itu bukan karena keluhan dari pengguna. Namun, karena perselisihan birokrasi di regulator media baru China.

Tencent

Baca Juga: PUBG Mobile Gandeng Film 'Mission Impossible: Fallout'

WeGame merupakan platform distribusi game PC milik Tencent. Ini mirip dengan Steam, yang merupakan platform distribusi game PC populer yang dikembangkan oleh Valve Corporation. Pada bulan Juni, Valve mengatakan pihaknya bermitra dengan pengembang China untuk membawa Steam ke pasar game besar-besaran China, dan berpotensi menempatkannya dalam persaingan langsung dengan WeGame.

Monster Hunter: World dibuat oleh penerbit video game Jepang Capcom. Dalam game ini, pemain memburu monster di dalam berbagai peta, mereka melakukannya sendiri atau bergabung dengan pihak daring hingga empat orang. Bulan lalu, Capcom mengatakan bahwa permainan itu memiliki penjualan kumulatif 8,3 juta eksemplar per kuartal yang berakhir Juni. Tencent memperoleh lisensi untuk menjual game itu ke pengguna PC di China.

Seperempat terakhir, bisnis gaming Tencent memang semakin meningkat. Pendapatan naik sekira 68 persen setiap tahun berkat game dari anak perusahaan pengembang game, seperti Honor of Kings, PUBG, dan Fortnite.

MH

Baca Juga: Ini Cara Install Game Fortnite untuk Android

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini