Satelit Dikerahkan untuk Akses Internet Pasca Gempa Lombok

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 19:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 20 54 1939159 satelit-dikerahkan-untuk-akses-internet-pasca-gempa-lombok-Ed1kCncqMI.jpg (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Gempa dengan kekuatan tinggi kembali mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan 7,0 SR, terjadi pukul 21.56 WIB, pada 19 Agustus 2018.

Terkait hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengungkapkan jika pihaknya telah mengirimkan puluhan telepon satelit untuk membantu telekomunikasi para korban pasca gempa. Hal ini lantaran banyak daerah yang mengalami hilang sinyal.

"Kominfo telah mengirimkan 50 telepon satelit untuk mendukung operasi tanggap darurat dari BNPB daerah. Jadi kan banyak daerah yang terdampak. Terus banyak korban yang tidak ada sinyal sama sekali. Walaupun teman-teman operator sudah berusaha," kata pria yang akrab disapa Chief, saat ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (20/8/2018).

Lebih lanjut, menanggapi berapa persen daerah yang terganggu sinyal, masih dilakukan pendataan atau inventarisasi.

 

"Kita juga membangun akses Internet menggunakan satelit bukan BTS. Jadi tidak bergantung ke dalam jaringan yang ada," kata dia.

Kemudian, terkait Base Transceiver Station (BTS), yang berperan penting dalam penyaluran jaringan komunikasi operator, dia mengatakan jika saat ini belum menerima informasi tentang berapa banyak BTS yang terdampak.

Baca juga: Infinix HOT S3X Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Seperti diketahui BTS seringkali mengalami gangguan dan kerusakan akibat gempa berkekuatan besar yang terjadi 3 kali di Lombok.

 

Baca juga: Baterai iPad Meledak, Pengunjung Toko Apple Dievakuasi

"Saya belum update berapa jumlahnya. Tapi kejadian yang lalu itu awalnya ada belasan persen. Mayoritas karena listrik, oleh karena itu teman-teman operator membawa ganset ke lokasi gempa untuk mengaktifkan BTS-nya. Karena baterai hanya bertahan sebentar. Terus sampai kejadian kemarin itu tinggal 2 persen yang rusak, tapi karena kemarin (19 Agustus 2018) terjadi gempa lagi saya belum tahu," pungkasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini