536 BTS Dipulihkan Pascagempa di Lombok

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 20 Agustus 2018 20:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 20 54 1939170 536-bts-dipulihkan-pascagempa-di-lombok-TUkAsdUoBT.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama operator telekomunikasi berusaha memulihkan jaringan telekomunikasi akibat gempa Bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR), pada 19 Agustus 2018 pukul 21.56 WIB. 

Berdasarkan pantauan Balai Monitoring (Balmon) Frekuensi Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram, pada hari ini (20/08/2018) terdapat 536 base station site 2G, 3G, dan 4G di Pulau Lombok yang tengah dalam penanganan untuk pemulihan agar bisa digunakan kembali. 

"Sebanyak 536 base stations yang tidak bisa gunakan itu terdampak rangkaian gempa Bumi yang menurut pantauan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) telah berlangsung sebanyak 101 gempa Bumi dengan guncangan utama berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR)," ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza.

Lebih lanjut, dia mengatakan sebaran BTS yang tidak bisa digunakan (down) terdapat 49 BTS di Lombok Utara. Sementara di Lombok Barat 30 BTS, Lombok Tengah 95 BTS, Mataram 6 BTS, Lombok Timur 354 BTS, dan di kabupaten atau kota lain (Pulau Sumbawa) sebanyak 2 BTS.

 

Tidak hanya sampai di situ, hal tersebut terjadi terjadi karena adanya pemadaman bergilir listrik dari PLN, sehingga membuat pasokan daya listrik ke base stations terhambat. 

Selain itu, lanjut dia akses ke beberapa lokasi BTS tidak bisa digunakan, sehingga membuat operator telekomunikasi mengalami kesulitan untuk melakukan pemulihan dengan penggantian baterai cadangan atau mobilisasi genset portable serta mengoperasikan fixed genset yang ada di BTS. 

Baca juga: Baterai iPad Meledak, Pengunjung Toko Apple Dievakuasi

Terakhir, gempa Bumi juga mengakibatkan tiga link saluran kabel komunikasi laut (SKKL) Mataram-Sumbawa terputus.

"Saat ini tengah dilakukan perbaikan dan penyambungan. Operator telekomunikasi juga telah mengalihkan dan melakukan integrasi link agar jaringan telekomunikasi bisa digunakan untuk kelancaran layanan telekomunikasi kepada masyarakat pengungsi dan koordinasi penanganan bencana," kata Noor.

 

Baca juga: Infinix HOT S3X Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Dia menambahkan, "Operator telekomunikasi juga memasang mobile Combat (Compact Mobile Base station) untuk mendukung layanan telekomunikasi dari base stations yang belum bisa pulih dan digunakan".

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini