Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Menyundul Bola dengan Kepala Berbahaya untuk Wanita

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 21 56 1939647 ternyata-menyundul-bola-dengan-kepala-berbahaya-untuk-wanita-dQktHcmOhO.jpg Ilustrasi (Foto: Science News for Student)

JAKARTA - Menyundul bola di kepala tampaknya lebih banyak merugikan wanita daripada pria. Peelitian baru-baru ini mengungkapkan jika atlet perempuan cenderung menderita lebih banyak gejala daripada laki-laki setelah cedera otak.

Dilansir dari Science News for Student, Selasa (21/8/2018) Michael Lipton, seorang ahli pencitraan otak yang bekerja di Albert Einstein College of Medicine di New York City dan timnya melakukan penelitian dari 2013 hingga 2016. Ia merekrut 98 pemain sepak bola dari tim amatir (termasuk tim kampus). Para pemain memperkirakan seberapa sering mereka menyundul bola pada tahun lalu. Peneliti pun kemudian membandingkan pria dan wanita yang telah melaporkan jumlah header yang sama.

Para peneliti kemudian meneliti scan otak setiap pemain mencari tanda-tanda kerusakan mikroskopis. Mereka menggunakan jenis pemindaian yang dikenal sebagai pencitraan tensor difusi. Ini adalah bentuk pencitraan resonansi magnetik.

Jenis pemindaian MRI ini dapat menyoroti perubahan pada materi putih otak. Kumpulan serat membentuk materi putih itu. Serat-serat ini, yang disebut akson, membawa sinyal-sinyal listrik dari sel-sel saraf di satu bagian otak ke bagian lain. Jadi kerusakan pada materi putih berisiko membatasi seberapa baik otak bekerja.

 Bola

Baca Juga: Penelitian Ungkap Laki-Laki Mudah Turunkan Berat Badan Ketimbang Perempuan

Lebih lanjut, hasil scan menunjukkan kerusakan otak yang lebih luas pada para pemain wanita. Pada wanita, delapan wilayah menunjukkan potensi kerusakan terkait dengan header yang sering terjadi. Pada pria, hanya tiga wilayah yang terkena dampak. Secara keseluruhan, perubahan white-matter ini mempengaruhi sekitar lima kali lebih banyak volume otak pada wanita dibandingkan pada pria.

Perubahan otak yang dipelajari di sini pun tidak cukup besar untuk menyebabkan gejala gegar otak atau jenis kerusakan otak lainnya. Namun pukulan berulang ke otak dapat berkontribusi pada kehilangan ingatan, depresi dan masalah lainnya.

Salah satu perhatian adalah Chronic traumatic encephalopathy (CTE), gangguan ini dapat berkembang pada pemain sepak bola, tentara dan lainnya yang otaknya menderita trauma kepala berulang. CTE dapat menyebabkan kebingungan, kesulitan mengingat hal-hal dan ledakan emosi.

Kabarnya, perbedaan kepala dan leher antara wanita dan pria mungkin memainkan peran besar.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini