Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Seru Tim AOV Indonesia di Demonstration Sport Asian Games 2018

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Jum'at 31 Agustus 2018 14:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 31 326 1944130 perjuangan-seru-tim-aov-indonesia-di-demonstration-sport-asian-games-2018-60E4v7nMGo.jpg Garena AOV Indonesia

JAKARTA - Minggu 26 Agustus 2018, pagi hingga malam di BritAma Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, tampak dipadati oleh para gamer. Tak heran, hari itu area tersebut memang menjadi venue sakral untuk eSports Demonstration Event Asian Games 2018.

Ini adalah tahun pertama cabang eSport dipertandingkan di Asian Games. Kendati cabang e-Sport ini hanya sebagai ajang eksebisi, artinya, medali yang diperebutkan tidak dihitung dan tidak mempengaruhi klasemen medali Asian Games 2018, tapi penonton tampak membanjiri venue.

Cabang eSport sendiri dibagi dalam enam jenis game, salah satunya adalah MOBA yang diproduksi Tencent dan dipublikasikan di Indonesia oleh Garena yaitu Arena of Valor (AOV).. Kemeriahan di arena tersebut pada hari Minggu berasal dari game AOV yang dipertandingkan. AOV sendiri adalah sebuah mobile game yang dapat dimainkan dengan dua tim, masing-masing tim berisi lima anggota.

Dalam kejuaraan ini, para peserta memperebutkan medali emas dari AOV yang merupakan medali yang pertama kali muncul dalam sejarah eSport Asian Games 2018.

Tim nasional AOV Indonesia tentunya juga ikut berlaga dalam ajang eSport bergengsi ini. Perlawanan sengit dilakukan oleh tim nasional AOV Indonesia dengan personel Glen "Kurus" Richard, Muhammad Ahmad "Naitamea", Farhan "Hanss" Akbari, Ilham Bahrul "Susugajah", dan Franky "Easy" Ansen untuk bisa merebut juara. Mereka dibawah arahan coach Henri "Carraway" Teja.

IlustrasiF

Pada pertandingan pertama melawan China Taipei, Indonesia kalah dua set. Ronde pertama dengan poin 18-5 dan kedua 7-12. Tim Indonesia berpotensi bangkit saat bertemu Thailand di pertandingan selanjutnya. Sempat tertinggal 1-0, tim Indonesia berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Namun akhirnya Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor akhir 2-1.

Kendati tim AOV Indonesia harus "pulang" lebih dulu setelah dikalahkan tim China Taipei dan Thailand, namun perjuangan tim AOV Indonesia layak mendapatkan acungan jempol mengingat persiapan yang dilakukan sangat singkat.

Usai pertandingan melawan Thailand, Ilham Bahrul Uugajah memberi komentar ke awak media. Dia mengaku bangga bisa mewakili Indonesia, sekaligus meminta maaf karena perjuangan bersama rekan-rekannya belum berbuah medali.

"Kami minta maaf belum bisa ngasih yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Ke depannya kami terus berjuang," kata Ilham.

Kurangnya pengalaman, sekaligus banyak hal-hal dasar dalam permainan AOV yang belum dipahami dengan benar, menjadi alasan Ilham dan teman-temannya kalah. Apalagi, persiapan mereka hanya dua minggu sebelum pertandingan.

"Dari sisi mekanik enggak beda jauh, tapi memang pengalaman kami masih kurang, jam terbang, kurang lebih tenang juga saat bermain. Setelah ini, kami akan belajar dari dasar-dasarnya, soalnya di Indonesia dari basic-nya aja banyak salahnya," aku Ilham.

Kendati tim Indonesia gagal meraih medali, dukungan tetap mengalir. Sepanjang laga, teriakan Indonesia terus berkumandang. Salah satunya dari vlogger Arief Muhammad (Arief Poconggg).

"Enggak apa-apa ini jadi pengalaman buat tim eSport Indonesia. Awal yang baiklah, paling enggak udah pernah main di kancah internasional. Teman-teman lain yang ikut eSport maju terus, jadi profesional, dan bikin harum Indonesia," serunya.

Pujian juga datang dari Muhaimin penonton yang juga gemar bermain game. Pemuda 24 tahun ini berharap e-Sport bisa menjadi cabang olahraga resmi Asian Games ke depannya. "Bahkan kalau bisa bukan cuma di Asian Games, tapi juga SEA Games. Untuk timnas AOV Indonesia, semoga sukses!" tegasnya.

Ilustrasi 

Selain Indonesia, China, China Taipei, Vietnam, dan Hongkong, negara Asia lainnya yang ikut dalam pertandingan AOV ini adalah Laos, India, dan Thailand.

Dari hasil akhir laga AOV ini, tim AOV China bisa dikatakan cukup digdaya dengan kemenangan dua set langsung di setiap pertandingan. Tim AOV China berhak membawa pulang medali emas dan China Taipei memperoleh perak. Sedangkan medali perunggu diraih tim AOV Vietnam setelah mengkalahkan tim Hongkong di semifinal.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini