Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah China Akan Batasi Jumlah Game Online, Ada Apa?

Anggita Nurlitasari, Jurnalis · Senin 03 September 2018 16:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 03 326 1945364 pemerintah-china-akan-batasi-jumlah-game-online-ada-apa-X9GYyH7nP2.jpg (Foto: Polygon)

JAKARTA - Pemerintah China memiliki rencana dalam hal mengontrol jumlah video game online yang tersedia untuk melindungi remaja dari myopia atau rabun jauh. General Administration of Press and Publications (GAPP) yang dikenal mengatur dan mendistribusikan berita, cetak dan publikasi internet akan menerapkan kontrol pada jumlah keseluruhan video game online.

Dilansir Zdnet, Senin (3/9/2018), GAPP juga akan mengeksplorasi sistem pengingat sesuai usia dengan kondisi nasional China, dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi waktu yang dihabiskan anak di bawah umur untuk bermain video game online.

Dengan adanya aturan atau pembatasan jumlah game online ini, maka berdampak terhadap saham perusahaan game. Dokumen 'Comprehensive prevention and control of myopia among children and teenagers' merinci detail tentang bagaimana memuat segmen game online yang mengakibatkan penurunan saham Tencent dan NetEase secara langsung.

 

Dua operator utama game online di China, telah melampaui 200 miliar yuan dalam pendapatan tahun lalu dan menyumbang hampir 30 persen pendapatan global.

Baca juga: 4 Hal yang Diminta Jack Ma untuk E-Commerce Indonesia

Tencent yang terdaftar di Hong Kong melihat penurunan saham hingga 5 persen, sementara saham NetEase yang terdaftar di AS merosot 7,2 persen setelah pengumuman pemerintah.

 

Baca juga: Sederet Gadget Canggih yang Dipamerkan di IFA 2018, Apa Saja?

Beberapa pengembang game Jepang juga melihat penurunan saham karena pengguna China adalah salah satu kontributor pendapatan utama mereka. Lebih lanjut, ini merupakan upaya terbaru untuk mengendalikan industri game online oleh otoritas China.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini