Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Bikin 'Lift' Menuju Luar Angkasa, Seperti Apa?

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 11:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 05 56 1946250 jepang-bikin-lift-menuju-luar-angkasa-seperti-apa-jRiVXXKQfB.jpg (Foto: NBC News)

JAKARTA – Tim asal Jepang sedang melakukan pengerjaan untuk ‘Lift Luar Angkasa’. Lift ini akan melakukan percobaan pada September tahun ini.

Jepang akan menerbangkan versi miniature pada satelit untuk menguji teknologi. Dilansir dari laman AFP, Rabu (5/9/2018), peralatan tes diproduksi oleh para peneliti di Universitas Shizouka.

Perlengkapan tes itu akan menumpang roket H-26 yang akan diluncurkan oleh badan antariksa Jepang dari pulau selatan Tanegashima minggu depan. Tes ini melibatkan miniatur lift stand-in sebuah kotak dengan panjang 6 cm, lebar 3 cm dan tinggi 3 cm.

 

Jika semuanya berjalan dengan baik, itu akan membuktikan konsep bergerak dengan kabel 10 meter yang tergantung di ruang antar dua satelit mini yang akan membuatnya tetap kencang. Mini lift akan berjalan di sepanjang kabel dari kontainer di salah satu satelit.

Seorang juru bicara Universitas kepada AFP mengatakan bahwa ini adalah percobaan pertama di dunia untuk menguji pergerakan elevator di luar angkasa. Pergerakan lift akan dipantau oleh kamera satelit.

Ide tersebut pertama kali diusulkan pada 1895 oleh ilmuwan Rusian Konstantin Tsiolkovsky setelah ia melihat Menara Eiffel di Paris dan ditinjau kembali hampir satu abad kemudian dalam sebuah novel karya Arthur C Clake. Namun, karena masalah teknis selalu membuat rencana terjebak sebatas konseptual saja.

Baca juga: Tak Diperkuat Snapdragon, Ini Alasan Xiaomi Redmi 6 Pakai Chip MediaTek

Perusahaan konstruksi Jepang Obayashi, yang berkolaborasi dengan proyek Universitas Shizuoka ini sedang mencari cara lain untuk membangun elevator ruang tersendiri untuk turis di ruang angkasa pada 2050.

 

Baca juga: Hadapi Black Market, Xiaomi Akan Ambil Langkah Tegas

Perusahaan mengatakan menggunakan teknologi carbon nanotube yang lebih kuat, 20 kali lebih kuat dari baja, untuk membangun poros 96.000 kilometer atau sekira 60.000 mil di atas Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini