Astronom Pantau Kemunculan Green Comet 21, Ini Fotonya

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 14:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 06 56 1946899 astronom-pantau-kemunculan-green-comet-21-ini-fotonya-2LeE3vxbeu.jpg (Foto: Slooh)

JAKARTA – Pada Senin atau 3 September 2018 terpantau komet raksasa, yang dinamakan Green Comet 21. Komet ini kabarnya bisa disaksikan karena posisinya berada dekat Matahari dan Bumi.

Dilansir Express, pada malam hari di 10 September diperkirakan akan terlihat cahaya kehijauan. Pada malam itu komet akan mencapai jarak terdekatnya dari Bumi sekira 36 juta mil atau sekira 57,9 juta kilometer.

Panas dari matahari akan melelehkan es yang berada di komet tersebut, menyebabkan 'coma' yang terlihat lebih baik daripada sebelumnya.

Slooh melacak perjalan komet melalui ruang angkasa dalam semalam dan menangkap serangkaian bidikan komet hijau yang cantik.

 

Dr. Paige Godfrey, astronom Slooh mengatakan bahwa selama live stream 21P, Green Comet ini merupakan komet periodik yang mengorbit matahari setiap 6,5 tahun. Komet ini juga disebut komet keluarga Jupiter dan itu berarti bahwa orbitnya mengelilingi matahari yang membawanya ke arah Jupite.

Saat mengorbit di sekitar matahari orbitnya berbentuk elips dan melewati perihelionnya yang merupakan titik terdekat saat ini. Komet itu menuju ke titik terdekat ke matahari.

Comet 21P diperkirakan berukuran sekitar 1,24 mil sekira 2 km, tetapi mungkin tampak jauh lebih besar dalam gambar atau video. Ini dikarenakan 'coma' terionisasi di sekitar batuan luar angkasa memberikan lingkaran cahaya terang.

Baca juga: iPhone 2018 Bakal Dirilis Lebih Murah, Berapa Harganya?

Comet 21P pertama kali ditemukan oleh astronom bernama Michel Giacobini di Nice, Prancis. Ia melihat komet tersebut melewati rasi Aquarius pada 20 Desember 1900 lalu komet ini ditemukan kembali oleh astronom Jerman, Ernst Zinner pada 23 Oktober 1913.

 

Baca juga: Hadapi Black Market, Xiaomi Akan Ambil Langkah Tegas

Komet ini dikatkan paling terang. Objek tersebut bisa mencapai 8 Magnito yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Menjelang akhir bulan, komet akan muncul untuk bergerak melalui rasi bintang Auriga, Gemini dan Monoceros.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini