Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Twitter Blokir Konten Alex Jones dan Infowars, Ada Apa?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 15:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 07 207 1947466 twitter-blokir-konten-alex-jones-dan-infowars-ada-apa-osO1LGyAWP.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mengikuti langkah Apple dan beberapa raksasa teknologi lainnya, Twitter resmi melarang Alex Jones dari platform mereka pada 6 September 2018. Ia merupakan sosok yang terkenal sebagai penganut teori konspirasi dan pendiri situs Infowars.

"Kami terus meningkatkan transparasi di sekitar aturan dan tindakan penegakan. Kami ingin terbuka tentang tindakan ini, mengingat minat luas tentang kasus ini," kata pihak Twitter, seperti dilansir dari laman Venture Beat, Jumat (7/9/2018).

Dia menambahkan, "Kami biasanya tidak berkomentar tentang tindakan penegakan yang kami lakukan terhadap aku individu untuk privasi mereka".

Tidak hanya sampai di situ, Twitter juga kabarnya akan menindak tegas dan mengevaluasi setiap laporan terkait akun lain yang berpotensi ada kaitannya dengan Jones dan Infowars.

Sebelumnya, pada bulan lalu Twitter telah melakukan peringatan kepada Jones dan Infowars selama tujuh hari. Hal ini lantaran, aturan perusahaan di mana bahwa pengguna tidak boleh terlibat dalam pelecehan yang ditargetkan seseorang atau menghasut orang lain untuk melakukannya.

Larangan itu muncul beberapa minggu setelah Apple, Alphabet melalui YouTube, dan Facebook menghapus podcast dan saluran dari Jones.

 Twitter

Baca Juga: Instagram Ciptakan Media Sosial Aman untuk Remaja

Jones memang terkenal dengan teori konspirasinya yang dinilai memberikan berita hoax. Salah satu teorinya, yakni pembantaian sekolah Sandy Hook tahun 2012 menurut dia adalah tipuan.

Bulan lalu, Jones kehilangan upaya untuk membatalkan gugatan pencemaran nama baik yang diajukan terhadapnya oleh orangtua seorang anak laki-laki yang tewas dalam penembakan Sandy Hook.

Pada 5 September 2018, Jones menghadiri sidang Komite Intelijen Senat tentang cara-cara untuk melawan upaya-upaya asing untuk mempengaruhi pemilihan dan wacana politik Amerika.

Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg dan Chief Executive Twitter Jack Dorsey juga turut bersaksi di persidangan.

Meskipun demikian Alex Jones tetap tidak mengakui kesalahanya. Dalam sebuah video dia mengatakan, "Saya diturunkan bukan karena kami berbohong tetapi karena kami mengatakan yang sebenarnya dan karena kami populer".

Twitter

Baca Juga: Game Bloodborne Meluncur ke PlayStation Now

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini