nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki 800 Juta Pengguna Internet, China Bangun Pengadilan Khusus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 06:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 207 1948680 miliki-800-juta-pengguna-internet-china-bangun-pengadilan-khusus-Y7Q7L7J4z1.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - China menjadi salah satu negara terpadat di dunia. Selain itu dalam hal penggunaan teknologi internet, Negeri Tirai Bambu ini menjadi penyumbang terbanyak. Bahkan melampaui 800 juta lebih pada Juni 2018.

Melihat hal tersebut, China pun meningkatkan segi keamanan dengan mendirikan pengadilan khusus untuk menangani perselisihan online antar warga. Dilansir dari laman CNet, Senin (10/9/2018), pihak China belum lama ini meresmikan satu pengadilan di Beijing dengan nama Beijing Internet Court, pada 8 September 2018.

Tahun lalu, pengadilan internet pertama China dibuka di Hangzhou, bagian timur China. Pengadilan ketiga akan dilaporkan dibuka di Guangzhou bulan ini.

Pengadilan tersebut mampu menangani masalah tentang transaksi bisnis, informasi pribadi dan kekayaan intelektual online. Sengketa tersebut biasanya terkait dengan kegiatan belanja online, kontrak layanan, pinjaman, hak cipta, dan domain.

Pengadilan

Baca Juga: Instagram Mudahkan Pengguna Berkomentar via Fitur Shortcut Emoji

Seperti dilaporkan dari Xinhua yang mengutip An Fengde, wakil presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing mengatakan jumlah kasus yang berhubungan dengan internet meningkat pesat di China.

Bahkan dalam delapan bulan pertama tahun ini, pengadilan Beijing dilaporkan dipenuhi dengan 37.631 sengketa terkait online, naik 24,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Zhang Wen, presiden Beijing Internet Court, tempat ini nantinya akan dibuka 24 jam sehari dan dikelola oleh 38 hakim yang diklaim berpengalaman, dengan rata-rata 10 tahun pengalaman.

Pengadilan khusus itu terletak di Taman Zhongguancun Fengtai Science. Sementara itu, rincian persidangan dapat diakses secara online melalui "platform litigasi digital" yang memberikan informasi tentang proses dari setiap kasus, termasuk keputusan hakim.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini