nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Gunakan Teknologi AI Ungkap Misteri Astronomi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 15:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 12 56 1949440 peneliti-gunakan-teknologi-ai-ungkap-misteri-astronomi-IiosY0jNr4.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tim peneliti Breakthrough Listen yang merupakan bagian dari proyek Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) dari University of California, Berkeley, telah mengembangkan algoritme pembelajaran mesin atau Artificial Inteligent (AI).

Ini berguna untuk menyaring data kosmis dan mengidentifikasi semburan radio cepat yang diperkirakan muncul dari galaksi yang jauh.

Dilansir dari laman Digital Trends, Rabu (12/9/2018) tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan emisi radio ini. Akan tetapi banyak teori yang mengatakan itu berasal dari bintang neutron yang sangat magnetis yang berjuang melawan lubang hitam.

Dalam penelitian terbaru ini, peneliti SETI menggunakan sistem AI khusus untuk menemukan lusinan semburan radio cepat yang tidak teridentifikasi sebelumnya dari sumber yang berjarak sekitar 3 miliar tahun cahaya. Semburan radio cepat dipilih dari kumpulan data yang telah dianalisis oleh para astronom.

"Kecerdasan Buatan (AI) telah melihat perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan penerapannya dalam bidang kedokteran, keamanan, keuangan, dan pengenalan obyek sehari-hari telah mencapai tingkat kematangan tertentu," kata salah satu anggota tim peneliti, Gerry Zhang.

Astronomi

Baca Juga: Ditemukan Koin Emas Romawi Kuno Bernilai Jutaan Euro

 Dia melanjutkan jika bidang astronomi masih relatif belum terjaman oleh teknologi baru (AI) tersebut. Untuk membuat penemuan itu, Zhang dan timnya menggunakan jaringan saraf convolutional, sejenis algoritma memodelkan otak manusia, yang telah digunakan untuk menemukan kawah di bulan dan membantu mendeteksi gempa bumi.

Dalam studi terbaru mereka, para peneliti melatih algoritma mereka pada sinyal simulasi, mengajarkannya untuk mengenali tanda-tanda semburan radio cepat.

"Biarkan jaringan terlatih longgar pada data yang mengandung sinyal nyata," kata Zhang.

Hasilnya, lanjut dia adalah penemuan 72 sinyal yang sebelumnya dilewatkan oleh para astronom. Penemuan baru ini membantu menyingkirkan misteri kosmik saat ini di mana semburan radio cepat berasal.

Selain itu, apa yang dibutuhkan astronom sekarang adalah lebih banyak data dan sistem yang lebih baik untuk menganalisis informasi.

"Semburan radio cepat adalah salah satu sinyal tak dikenal yang paling baru ditemukan dalam astronomi. Dengan instrumen baru yang dirancang untuk mereka dengan baik menjadi salah satu yang tidak diketahui yang akan diselesaikan dalam lima hingga 10 tahun ke depan," kata Zhang.

Astronomi

Baca Juga: Terungkap Galaxy Note 9 dengan Warna Silver, Ini Penampakannya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini