nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siklon Tropis Mangkhut Picu Hujan Lebat dan Gelombang Badai

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 19:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 12 56 1949608 siklon-tropis-mangkhut-picu-hujan-lebat-dan-gelombang-badai-zks8CyGBnz.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badai tropis Mangkhut kabarnya akan melintasi Filpina dan Taiwan pada pekan ini, sebelum menuju Hongkong dan China Selatan. Badai Mangkhut diklasifikasikan olhe Observatorium Hong Kong sebagai topan super yang memiliki kekuatan angin hingga 250 kilometer (155 mil) per jam. Badai besar ini akan terjadi sebelum 14 September 2018.

Dilansir dari laman Time, Rabu (12/9/2018) menurut Sistem Siaga Bencana dan Koordinasi Global Perserikatan Bangsa-Bangsa. angin topan itu diperkirakan akan lebih dekat ke China selatan pada akhir pekan. Ini akan membawa hujan deras dan gelombang badai yang dapat mempengaruhi sebanyak 43,4 juta orang.

Sebelumnya, Mangkhut telah diperkirakan akan memasuki Filipina pada 12 September 2018 setelah badai lain pergi. Sekitar 20 siklon melewati negara rawan bencana setiap tahun ini. Pada 2013, Super Typhoon Haiyan membunuh lebih dari 6.300 orang di Filipina.

 Badai

Baca Juga: Wilayah Indonesia Timur Terkena Dampak Siklon Tropis Mangkhut

Bahkan kali ini Filipina mengantisipasi bahwa Mangkhut akan sekuat Haiyan dengan mendorong persiapan makanan, persediaan dan penyelamatan serta 1,7 miliar peso (USD 31,5 juta) dalam dana siaga.

Topan terkuat untuk melanda Filipina tahun ini juga mengancam lahan pertanian di Luzon Utara sesaat sebelum panen beras dan jagung. Staple grain adalah produk terlari kedua di Filipina, dan rekor harga mendorong inflasi menjadi 6,4 persen pada bulan Agustus, laju tercepat sejak 2009.

Menurut Menteri Pertanian Filipina Emmanuel Pinol di akun Facebook-nya, badai tersebut bahkan mampu menyebabkan kerugian dan kerusakan tanaman sebanyak 13,5 miliar peso. Badai Mangkhut kali ini akan membawa angin top 150 knot (277 kilometer per jam) dengan hembusan maksimum 180 knot.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini