nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikuti Jejak Alibaba, Xiaomi Bakal Terapkan Suksesi Kepemimpinan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 14 207 1950488 ikuti-jejak-alibaba-xiaomi-bakal-terapkan-suksesi-kepemimpinan-7A9xEawzvM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Vendor smartphone asal China, Xiaomi memutuskan untuk meciptakan posisi kepemimpiman baru untuk membantu Lei Jun. Saat ini pria 48 tahun tersebut tercatat sebagai founder, chairman dan CEO.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (14/9/2018) perusahaan akan memperkenalkan beberapa departemen baru yang fokus menangani perekrutan, promosi dan keuangan. Hal tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Lei pada 13 September 2018.

"Ini juga akan merombak empat unit bisnis utamanya menjadi 10 untuk mempromosikan manajer yang lebih muda," kata Lei.

Dia menambahkan bahwa mayoritas kepemimpinan yang baru diangkat menjadi milik generasi pasca-1980-an.

"Tim manajemen senior kami telah menerapkan beberapa perubahan yang akan memberikan peluang bagi bakat muda untuk naik pangkat," imbuhnya.

Xiaomi

Baca Juga: Hadoro Bikin Casing OnePlus 6 dari Bodi Pesawat, Ini Wujudnya

Perubahan tersebut terjadi dengan meningkatnya pengawasan tata kelola dan suksesi kepemimpinan di perusahaan teknologi China. Belum lama ini, Jack Ma founder e-commerce terbesar di China memilih mundur dari jabatannya sebagai chairman Alibaba.

Tahun depan ia akan resmi menyerahkan kendali perusahaan kepada CEO Alibaba, Daniel Zheng. Kemudian, raksasa teknologi China lainnya, JD.com Inc telah mendapat sorotan baru-baru ini setelah Chaiman Richard Liu ditangkap di Amerika Serikat karena dicurigai melakukan pemerkosaan sebelum dibebaskan.

Dewan JD pada dasarnya tidak dapat membuat keputusan tanpa kehadiran Liu, sesuai dengan peraturan perusahaan. Liu, melalui pengacaranya telah membantah melakukan kesalahan.

Sebagai informasi, Xiaomi telah mencatatkan sahamnya di Hong Kong yang bernilai sekira USD 52 miliar pada Juni 2018. Perusahaan mengalami pergeseran strategis pada 2016 setelah penjualan turun tajam Hal ini memaksa Xiaomi untuk menarik keluar beberapa pasar luar negeri.

Sejak itu, Xiaomi fokus pada penjualan offline, hingga kini menarik sekitar sepertiga dari pendapatannya dari luar China.

Xiaomi

Baca Juga: Tampilan Ponsel Gaming Razer Phone 2 Mirip Pendahulunya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini