nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampus Ini Buka Jurusan eSport, Mahasiswa Main Game untuk Tugas Kuliah

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 15 September 2018 18:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 15 326 1950955 kampus-ini-buka-jurusan-esport-mahasiswa-main-game-untuk-tugas-kuliah-3XYTcGTWxA.jpg Ilustrasi (Foto: Study Breaks Magazine)

JAKARTA - eSports semakin tumbuh beberapa waktu belakangan ini, seiring game online yang kian digandrungi para gamer-gamer dari seluruh dunia. eSports bahkan masuk dalam permainan yang dipertandingkan di event Asian Games 2018.

Melihat peluang terkait karier di dunia eSports, salah satu kampus di Inggris, University of Chichester membuka jurusan atau program studi eSports. Dilansir Dailymail, Sabtu (15/9/2018), University of Chichester menawarkan BA (Hons) tiga tahun dalam studi Esports.

Mahasiswa akan diminta untuk memainkan FIFA dan Counter Strike sebagai bagian dari gelar mereka. "Kami mencari pekerjaan masa depan untuk mendukung kaum muda dan mereka yang mencari perubahan karier," kata seorang juru bicara Universitas Chichester.

 

Kabarnya, mahasiswa membayar total biaya 27.750 poundsterling atau sekira Rp537 jutaan, yang akan diminta untuk bermain FIFA, Counter Strike, League of Legends dan Project Cars sebagai bagian dari gelar.

Baca juga: SpaceX Bakal Terbangkan Penumpang Pertama ke Bulan

Prospektus atau informasi yang disebarkan memberitahukan bahwa kuliah penuh waktu akan dimulai pada September mendatang. "Untuk para gamer juga ada sesi pengembangan keterampilan berkelanjutan dan studi tentang pemikiran strategis dan taktis untuk meningkatkan kesuksesan permainan," bunyi prospektus tersebut.

Meskipun terdengar menarik bagi mereka penggemar game, seorang kritikus mengatakan bahwa universitas gagal dalam 'tanggung jawab moral' mereka kepada mahasiswa.

Baca juga: Seberapa Kuat Baterai Galaxy Note 9 Dipakai Main Fortnite?

Chairman of The Campaign for Real Education Chris McGovern mengatakan, "Universitas-universitas ini sedang merayu siswa untuk bergabung dengan program mereka sebagai raket uang".

"Mereka membuat kursus-kursus ini seperti studi permainan komputer tampak sangat menarik bagi kaum muda dan kemudian mereka pergi dengan 50.000 poundsterling senilai utang dan tidak dapat dipekerjakan," jelas Chris.

Lebih lanjut ia mengatakan, universitas gagal dalam tanggung jawab moral mereka kepada para siswa dengan memungkinkan mereka mengambil kursus yang tidak akan berguna sama sekali.

 

Menurut juru bicara University of Chichester, pihaknya mencari pekerjaan masa depan untuk mendukung kaum muda dan mereka yang mencari perubahan karier.

"Inggris saat ini adalah pemimpin dunia dalam game komputer - sektor yang mendukung 24.000 pekerjaan dan berkontribusi sebesar 1,4 miliar poundsterling untuk perekonomian kita," jelasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini