nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA dan ESA Amati Enam Gugusan Galaksi Teliti Evolusi Galaksi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 09:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 17 56 1951796 nasa-dan-esa-amati-enam-gugusan-galaksi-teliti-evolusi-galaksi-rldQD9J8Ex.jpg Ilustrasi (Foto: V3)

JAKARTA - National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan European Space Agency (ESA) bekerjasama untuk mencari tahu mengenai evolusi galaksi paling awal di alam semesta. Kabarnya, kedua pihak akan menggunakan teleskop luar angkasa Hubble.

Dilansir dari laman V3, Selasa (18/9/2018) operasi tersebut dinamakan survei Buffalo, di mana mereka akan mengamati enam gugusan galaksi besar dan sekitarnya. NASA mengatakan misi itu penting karena belajar tentang pembentukan dan evolusi galaksi pertama di semesta adalah sangat penting bagi pemahaman tentang kosmos.

Sebagai bagian dari misi, Hubble tampaknya telah mendeteksi beberapa galaksi paling jauh yang diketahui. Akan tetapi jumlah mereka kecil, sehingga sulit bagi para astronom untuk menentukan apakah mereka mewakili alam semesta secara luas.

"Cluster galaksi masif seperti Abell 370, yang terlihat dalam gambar baru ini, dapat membantu para astronom menemukan lebih banyak objek yang jauh ini," jelas NASA.

NASA menambahkan, "Massa yang sangat besar dari gugus galaksi membuat mereka bertindak sebagai kaca pembesar kosmik. Sekelompok massa menekuk dan memperbesar cahaya dari objek yang lebih jauh di belakangnya, mengungkap benda-benda yang terlalu pingsan bahkan untuk visi sensitif Hubble."

Galaksi

Baca Juga: Spesies Baru Terumbu Karang untuk Obati Kanker

Menggunakan trik kosmologis ini yang dikenal sebagai 'pelensaan gravitasi yang kuat', Hubble dapat menjelajahi beberapa galaksi yang paling awal dibentuk dan paling jauh di alam semesta.

Misi utama Survei Buffalo adalah untuk menyelidiki bagaimana dan kapan galaksi paling masif dan bercahaya di alam semesta terbentuk dan bagaimana pembentukan galaksi awal dikaitkan dengan perakitan materi gelap.

Hal ini akan memungkinkan para astronom untuk menentukan seberapa cepat galaksi terbentuk dalam 800 juta tahun pertama setelah Big Bang.

Survei Buffalo kemudian akan dapat mendeteksi galaksi yang paling jauh kira-kira sepuluh kali lebih efisien daripada pendahulunya. Survei ini juga akan memanfaatkan teleskop ruang angkasa lain yang telah mengamati daerah di sekitar gugusan.

"Bidang pandangan yang diperluas juga akan memungkinkan pemetaan tiga dimensi yang lebih baik dari distribusi massa baik materi biasa maupun gelap dalam setiap kelompok galaksi," kata NASA.

Nantinya, diharapkan peta-peta ini membantu para astronom belajar lebih banyak tentang evolusi kluster galaksi dan tentang sifat materi gelap.

Galaksi

Baca Juga: Kura-Kura Terancam Punah Sebabkan Ketidakseimbangan Ekosistem Laut

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini