nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Temukan Larva Nyamuk Pembawa Polusi Plastik

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Minggu 23 September 2018 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 22 56 1954190 peneliti-temukan-larva-nyamuk-pembawa-polusi-plastik-m3HdO9ETQ7.jpg Ilustrasi (Foto: Fox News)

JAKARTA – Pencemaran plastik adalah masalah besar bagi biota laut di dunia. Ilmuwan belum lama ini, menemukan bahwa larva nyamuk bisa menjadi pembawa polusi mikroplastik.

Mikroplastik adalah potongan kecil dari plastik yang dapat mencemari lingkungan. Seperti dilansir dari laman Science Alert, Minggu (23/9/2018) tepatnya jentik-jentik nyamuk diair mampu menelan sampah plastic menjadi mikroplatik. Partikel-partikel plastik itu menempel di sekitar saat mereka hingga bertransisi menjadi nyamuk dewasa.

Kemudian, jika berkaca pada rantai makanannya. Nantinya, nyamuk akan menjadi makanan untuk hewan di udara, seperi burung dan kelelawr. Ini berarti mikroplastik kini berakhir di perut hewan darat, bukan hanya makhluk laut.

Proses ini secara teknis dikenal sebagai transferensi ontogenik, yang berarti terjadi ketika organisme matang dan bergerak. Setelah nyamuk pembawa plastik telah dimakan oleh burung dan kelelawar, polusi kemudiandapat membuatnya jauh kedalam rantai makanan dan ekosistem lainnya.

Nyamuk

Baca Juga: Ubur-Ubur Ini Miliki Tubuh Sebesar Ikan Paus Biru

Menurut peneliti dari Universitas Reading di Inggris, Amanda Callaghan, mengatakan bahwa penelitian ini menunjukan untuk pertama kalinya bahwa mikroplastik mampu menavigasi beberapa tahapan kehidupan pada serangga terbang.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mencemari semua jenis mahkluk hidup yang biasanya tidak akan terpapar pada mereka.

Callaghan dan rekan-rekannya memberi makan microbeads plastik fluorescent ke larva nyamuk dalam kondisi laboratorium kemudian memantau pertumbuhan mereka melalui mikroskop. Hasilnya, plastik tetap menempel saat mereka telah menjadi nyamuk dewasa. Mikroplastik seperti ini dapat memakan waktu ratusan tahun untuk dipecah.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil serpihan plastik semakin besar kemungkinan mereka bertahan ditubuh nyamuk. Selain nyamuk, serangga seperti lalat, capung dan pengusir hama memulai kehidupan dikolam. Sehingga, mereka pun berpotensi juga membawa polusi plastik ke dalam ekosistem.

Sampah Plastik

Baca Juga: Peneliti Ungkap 'Jembatan' yang Pisahkan Inggris dan Prancis

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini