Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Pemilu AS, Twitter Sebar Kampanye #BeAVoter

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 19:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 25 207 1955512 jelang-pemilu-as-twitter-sebar-kampanye-beavoter-H6doGshEfu.jpg (Foto: Twitter)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) saat ini tengah mendekati pemilihan paruh waktu pada November 2018. Ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali pada November di tahun genap. Selain itu, Pemilu selalu jatuh pada hari Selasa yang jatuh setelah Senin pertama pada bulan tersebut.

Dilansir dari laman Engadget, Selasa (25/9/2018), mendekati pemilu sejumlah platform sosial media berusaha mendorong para pengguna untuk memilih. Seperti pada hari ini Twitter meluncurkan kampanye #BeAVoter hari ini.

Melalui kampanye tersebut, Twitter akan menghubungkan pengguna ke TurboVote, lembaga nonprofit yang dapat membantu mereka mendaftar untuk memberikan suara. Kemudian, mendaftar untuk pengingat pemilu dan mengajukan permohonan untuk surat suara tidak hadir. Upaya #BeAVoter akan ditampilkan dalam trending teratas Amerika di Twitter.

 

Pada tahun lalu, Facebook juga memperluas pengingat pemilu untuk memasukkan pemilihan lokal tahun. Kemudian, Instagram meluncurkan kampanye pendaftaran pemilih - juga dalam kemitraan dengan TurboVote awal bulan ini.

Baca juga: Dua Pendiri Instagram Mundur dari Facebook, Ada Apa?

"Twitter adalah tempat orang melihat berita dan informasi tentang pemilihan. Dan itu adalah kewajiban kami untuk memastikan bahwa kami memenuhi harapan ini dan menyediakan platform yang mempromosikan percakapan yang sehat, publik dan platform informasi yang dapat dipercaya untuk pemilih," kata pihak Twitter dalam situs resminya.

 

Baca juga: Google Jelajah Danau Toba hingga 360 Km untuk Layanan Street View

Seperti Facebook, Twitter juga memiliki masalah terkait berita hoax menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016. Kemudian baru-baru ini Twitter melarang sejumlah akun di Iran yang terlibat dalam kelompok berita palsu yang terkoordinasi.

Mengingat masalah ini, perusahaan meluncurkan kebijakan iklan politik baru awal tahun ini dalam upaya untuk meningkatkan transparansi pemilu.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini