Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Deteksi Sinyal Radio Misterius, Benarkah Alien?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 25 56 1955268 peneliti-deteksi-sinyal-radio-misterius-benarkah-alien-ubIwqDrayF.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Selama satu dekade terakhir, kilatan energi yang sangat panjang dan milidetik dari luar angkasa telah membuat para ilmuwan bertanya-tanya. Beberapa ilmuwan berpikir ini "semburan radio cepat," atau FRB, yang berasal dari sumber-sumber alami, seperti bintang neutron yang baru lahir atau lubang hitam. Namun yang lainnya berpikir mereka bisa menjadi sinyal dari peradaban asing.

Dilansir dari laman NBC News, Selasa (25/9/2018) dalam penemuan terbaru, para ilmuwan menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi lusinan FRB tambahan yang berasal dari FRB 121102, sumber yang belum dikarakterisasi dalam galaksi 3 miliar tahun cahaya dari Bumi. Mereka tergabung dalam Breakthrough Listen, di mana merupakan penelitian dengan biaya sekira USD100 miliar.

Penelitian ini adalah langkah pertama dalam rencana besar inisiatif untuk menggunakan AI untuk menemukan pola tersembunyi di lautan sinyal kosmik yang lebih besar yang datang ke arah Bumi. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan apakah ada makhluk hidup lain di alam semesta atau alien.

 

"Ini adalah cara yang hebat untuk mengembangkan jenis teknik yang pada akhirnya kami ingin gunakan untuk menemukan jenis sinyal lain yang mungkin berasal dari kecerdasan luar angkasa," kata Direktur proyek untuk Breakthrough Listen dan Kepala Pencarian untuk Ekstraterestrial Intelligence (SETI) Pusat Penelitian di Universitas California, Berkeley, Andrew Siemion.

Pada Agustus 2017, tim Breakthrough Listen menemukan 21 semburan radio cepat dari FRB 121102 selama lima jam. Pengamatan ini dilakukan dengan bantuan teleskop radio di Green Bank, West Virginia.

Baca juga: Ditemukan Belut Aneh Mampu Mengembang di Laut AS

Dalam studi terbaru mereka, yang akan diterbitkan dalam edisi mendatang Astrophysical Journal, para peneliti menggunakan teknik AI khusus yang dikenal sebagai pembelajaran mendalam untuk melihat apakah ada sinyal yang terlewatkan dalam penelitian awal mereka.

Siemion memberi Yunfan "Gerry" Zhang, seorang mahasiswa doktoral di Berkeley, tugas melatih algoritma pembelajaran mendalam untuk mencari semburan tambahan. AI yang terlatih dibelokkan untuk memilah-milah 400 terabyte data pengamatan. Ini merupakan sebuah data besar yang berisi data sebanyak yang terkandung dalam 40.000 jam video 4K.

 

Setelah sebulan bekerja, Zhang menemukan sekitar 100 semburan yang sebelumnya tidak terdeteksi. Untuk memastikan Zhang benar, para peneliti menggunakan perangkat lunak komputer standar untuk membersihkan sinyal yang berantakan dan menegaskan keberadaan setidaknya 72 semburan tambahan.

Baca juga: Arkeolog Temukan Batu Berukir Berusia Ribuan Tahun

"Pendekatan AI yang sama dapat membantu para astronom menemukan sumber pengulangan baru semburan radio cepat lebih dekat ke Bumi daripada FRB 121102. Jika sumber pengulang lebih dekat memang ada, astronom mungkin bisa mendapatkan pandangan yang lebih baik pada mereka menggunakan teleskop optik dan X-ray," imbuh Astrofisikawan Avi Loeb, Harvard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini