nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Cari Kehidupan dengan Peradaban Maju di Planet Lain

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 00:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 26 56 1956010 nasa-cari-kehidupan-dengan-peradaban-maju-di-planet-lain-kDlqNA1Iu5.jpg Ilustrasi (Foto: Science Alert)

JAKARTA - Beberapa tahun belakangan ini, penelitian mengenai kehidupan selain di Bumi gencar dilakukan. Hingga saat ini terdapat 3.779 planet yang telah dikonfirmaasi dari berbagai observatorium.

Dilansir dari laman Science Alert, Kamis (27/9/2018), NASA bekerjasama dengan James Webb Space Telescope, di mana mereka bukan hanya meneliti kehidupan lain di tata surya, tetapi kehidupan atau alien cerdas yang mungkin telah memasuki peradaban maju seperti di Bumi. Penelitian ini tampaknya akan menjadi fokus upaya NASA yang baru.

Secara khusus, mereka akan mencari sesuatu yang disebut technosignatures, sinyal yang dapat disimpulkan sebagai bukti peradaban maju. Technosignatures juga dapat terdiri dari emisi laser, cahaya buatan dan panas dari planet ekstrasurya, atau bahan kimia di atmosfer yang bisa menjadi polutan. Ini semua adalah tanda-tanda yang bisa menunjukkan peradaban maju.

"Pada April 2018, minat baru muncul di Kongres untuk NASA untuk mulai mendukung pencarian ilmiah untuk technosignatures sebagai bagian dari pencarian agen untuk kehidupan. Sebagai bagian dari upaya itu, agensi tersebut akan menyelenggarakan Lokakarya NASA Technosignatures di Houston pada 26-28 September 2018, dengan tujuan menilai keadaan lapangan saat ini. Jalan yang paling menjanjikan dalam penelitian di bidang teknologi dan di mana investasi dapat dilakukan untuk memajukan sains," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Tata Surya

Baca Juga: eSport PUBG Mobile Tawarkan Hadiah Rp8,9 Miliar, Minat?

Tidak hanya NASA, ada organisasi lain yang juga mencari intelijen asing, termasuk Institut SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), yang didirikan oleh astronom Carl Sagan dan Jill Tarter.

Ada Breakthrough Initiatives, yang didirikan oleh fisikawan Yuri Milner dengan dukungan Stephen Hawking. Secara historis, keterlibatan NASA dalam pencarian ini memang masih belum terlalu berpengaruh.

Sebelumnya, SETI hanya satu tahun di awal 1990-an sebelum ditutup karena tekanan politik. Tapi sekarang pencarian lebih menjanjikan dari sebelumnya.

"Penemuan Kepler pada 2015 dari fluktuasi yang tidak teratur dalam kecerahan dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Tabby's Star menyebabkan spekulasi megastructure asing, meskipun para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa awan debu adalah penyebab yang mungkin. Namun, Tabby's Star telah menunjukkan kegunaan potensial mencari anomali dalam data yang dikumpulkan dari luar angkasa, karena tanda-tanda kehidupan berteknologi maju mungkin muncul sebagai penyimpangan dari norma," imbuh NASA.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini