nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi AI Prediksi Tingkat Depresi Lebih Baik Ketimbang Manusia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 27 56 1956458 teknologi-ai-prediksi-tingkat-depresi-lebih-baik-ketimbang-manusia-gtaXAf2S3F.jpg Ilustrasi (Foto: New Atlas)

JAKARTA - Penelitian mengungkap algoritma mesin atau biasa yang dikenal dengan kecerdasan buatan (AI) lebih efektif memprediksi pasien dengan depresi atau psikosis. Bahkan prediksi tersebut kabarnya lebih baik daripada ahli manusia.

Dilansir dari laman New Atlas, Jumat (28/9/2018), lengkapnya penelitian menemukan bahwa alat AI mengungguli prediksi dokter ketika mendiagnosis masa depan pasien hingga satu tahun.

Penelitian ini diikuti lebih dari 400 subjek yang dibagi dalam tiga kelompok, yakni diagnosis sehat, lalu mereka yang berisiko tinggi secara klinis mengembangkan psikosis, dan mereka yang menderita depresi onset.

Model pembelajaran mesin dilatih tentang berbagai data pasien termasuk data dasar neuroimaging dan gabungan, kemudian ditugaskan dengan memprediksi setiap pasien selama satu tahun ke depan. Hasil ini merupakan prediksi bagaimana mempertahankan hubungan dengan orang lain dan kemampuan untuk melakukan interaksi sosial.

 Pada pasien dengan risiko tinggi psikosis, mesin dengan tepat memprediksi hasil sosial di masa depan sekira 83 persen. Tujuh puluh persen pasien depresi diprediksi dengan tepat.

Artificial Inteligent

Baca Juga: 7 Fitur Baru untuk Google Search, Apa Saja?

"Memprediksi hasil sosial adalah penting karena di antara orang-orang muda dan orang dewasa yang muncul di negara-negara OECD penyebab utama dari 'kecacatan' dan fungsi sosial yang buruk termasuk di dalamnya sebagian besar gangguan kesehatan mental, termasuk yang biasanya hadir dengan tahap pertama psikosis," jelas Stephen Wood, peneliti utama dalam penelitian ini.

Dia menambahkan, "Dengan mampu memprediksi dengan lebih baik apa yang akan terjadi pada orang-orang berisiko tinggi psikosis atau dengan depresi onset baru-baru ini dari waktu ke waktu, kami dapat memberikan perawatan individual kepada klien ketika mereka pertama kali hadir ke layanan kesehatan mental dan berpotensi meningkatkan fungsi sosial mereka".

Meskipun set data yang cukup kecil, penelitian ini menunjukkan masa depan yang menarik di mana dokter dapat lebih efektif merancang perawatan dengan bantuan model komputer diagnostik.

Kemudian, studi terbaru lainnya telah melaporkan keberhasilan dengan sistem AI yang dirancang untuk melakukan segala hal mulai dari membaca mammogram dan memprediksi risiko kanker payudara untuk lebih umum menebak keseluruhan umur seseorang menggunakan serangkaian gambar medis.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini