Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fenomena Hujan Meteor Sebelum Akhir Tahun 2018

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 29 September 2018 06:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 28 56 1956827 5-fenomena-hujan-meteor-sebelum-akhir-tahun-2018-5wMUEq33ox.jpg Hujan Meteor Geminid (Foto: Fox)

JAKARTA - Hujan meteor menjadi salah satu fenomena alam yang terjadi setiap tahun. Menurut Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin meteor adalah batuan atau debu antariksa yang memasuki atmosfer bumi dan terbakar pada ketinggian 70-110 km.

Pada saat tertentu, bumi berpapasan dengan gugusan debu sisa komet sehingga debu-debunya memasuki atmosfer bumi dan terbakar dalam jumlah yang banyak. Hujan meteor diberi nama sesuai dengan rasi bintang tempat meteor tampak terpancar. Titik itulah, yang disebut radian, adalah titik persinggungan atmosfer bumi dengan gugusan debu komet.

Selain itu, Hujan meteor memang dapat berlangsung selama berminggu-minggu pada satu waktu, tetapi selalu memiliki puncak ketika mereka paling intens. Kali ini, Okezone akan merangkum beberapa Hujan Meteor yang dapat Anda saksikan sebelum tahun 2018 berakhir. 

Baca Juga: 4 Hal Tentang Meteor yang Jarang Diketahui Orang


1. Hujan Meteor Draconid

Hujan Meteor Draconid

Hujan meteor yang dapat disaksikan dalam waktu dekat adalah Draconid. Puncak hujan meteor ini akan terjadi pada 6 dan 10 Oktober 2018. Kemudian, akan ada sekira 5 sampai 10 meteor menghujani bumi setiap jamnya. Meteor ini juga dikenal sebagai Giacobinids, yang memancar dari titik di konstelasi utara Draco atau Dragon. Lebih lanjut, untuk melihat fenomena ini pastinya langit hars gelap dan tidak ada polusi cahaya.

2. Hujan Meteor Leonid

Leonid akan mencapai puncaknya pada akhir pekan ketiga bulan November, sekitar 17- 18 November 2018. Meteor ini menawarkan mungkin sebanyak 5-10 meteor per jam. Meteor Leonid memang dapat dilihat setiap tahun selama beberapa hari yang berpusat di sekitar 17 November.

Royal Observatory Greenwich melaporkan jika Leonid biasanya adalah salah satu hujan meteor tahunan yang lebih produktif, dengan meteor yang cepat dan terang yang terkait dengan Comet Temple Tuttle.

3. Hujan Meteor Orionid

Hujan Meteor Orionid

Orionid merupakan salah satu meteor yang paling produktif menghujani bumi. Dia berada tertingga di jejak berdebu komet Halley. Puncaknya akan terjadi di 21-22 Oktober 2018. Kemudian sebanyak 20 meteor per jam akan masuk melalui langit.

Meteor ini tampaknya berasal dari titik bercahaya di konstelasi senama mereka, Orion. Waktu terbaik untuk melihar pancuran meteor adalah setelah tengah malam dan sebelum fajar waktu setempat.

Baca Juga: NASA Cari Kehidupan dengan Peradaban Maju di Planet Lain

4. Hujan Meteor Geminid

Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid merupakan salah satu fenomena alam paling menarik. Pasalnya akan ada sekira 120 pancuran yang menyala terang saat puncak. Hujan meteor ini akan terjadi sekitar 14-15 Desember 2018.

Para astronom percaya bahwa hujan semakin intensif dari tahun ke tahun dan pada satu kesempatan langka di tahun 2014, Geminid menghasilkan lebih dari 250 bintang jatuh selama puncak. Meteor ini berasal dari titik bercahaya di rasi bintang Gemini.

5. Hujan meteor Ursid

Ursid adalah hujan meteor akhir tahun dan hanya menghasilkan beberapa meteor selama puncaknya. Fenomena ini terjadi pada 22-23 Desember 2018, dan menawarkan mungkin sebanyak 5-10 meteor per jam di langit.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Ursid pernah menghujani bumi sekira 100 atau lebih meteor per jam telah diamati beberapa kali. Menariknya pada 22 Desember, fenomena ini dibarengin dengan bulan.

Baca Juga: Fakta-Fakta Fenomena Meteor Perseid yang Hujani Bumi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini