Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tsunami Palu, Netizen Ramaikan #PrayforSulteng di Twitter

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 30 September 2018 13:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 30 207 1957621 tsunami-palu-netizen-ramaikan-prayforsulteng-di-twitter-toj5cU3U5z.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Peristiwa bencana alam terjadi di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Netizen turut berduka dan menggemakan hashtag #PrayforSulteng di Twitter.

"Semoga masyarakat Sulawesi Tengah dan sekitarnya dalam lindungan Allah #prayforsulteng," kata akun Twitter @ariefbode. "Speechless. Doaku untukmu saudara," tweet @FigoAntasena.

Netizen lainnya juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana, sehingga diperlukan perhatian terkait informasi tanggap darurat. "Karena Indonesia daerah rawan bencana, informasi tanggap darurat harus diberikan sedini mungkin agar masyarakat bisa mengantisipasi dengan baik. #PrayforSulteng #PrayForDonggala #prayforpalu," tulis @inayatidjamil.

 

Selain itu, netizen juga mengajak masyarakat untuk membantu saudara yang terkena musibah. "Mari kita bantu saudara kita yang lagi kena musibah. Lakukan apa yang harus kalian lakukan seiring dengan kemampuan Anda," tweet @5Y5_one_70.

Baca juga: Listrik Padam Usai Tsunami Palu, XL Andalkan Genset untuk Hidupkan BTS

Seperti diketahui, pada Jumat atau 28 September 2018 di Palu, Sulawesi Tengah mendadak mencekam. Usai gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) sekira pukul 17.02 WIB mengguncang daerah tersebut.

Tsunami setinggi hingga 3 meter menerjang dan melululantakan infrastruktur yang ada di tepian pantai Talise.

 

Baca juga: Berangsur Pulih, Telkomsel Kerahkan Tim Siaga Bencana untuk Gempa Palu

Terkini, jumlah korban tewas akibat Tsunami dan gempa di Palu, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, sudah mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus.

Willem menambahkan, korban tewas masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini