nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Air Laut yang Hangat Penyebab Meningkatnya Angin Topan?

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 30 56 1957735 air-laut-yang-hangat-penyebab-meningkatnya-angin-topan-VygmQTuibv.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menurut sebuah penelitian, air laut yang hangat disebabkan oleh naiknya suhu, mempengaruhi aktivitas angin topan di Laut Atlantik Utara pada 2017, seperti dilaporkan Techtimes.

Tahun lalu, AS diguncang oleh 6 badai besar, tiga di antaranya Harvey, Irma dan Maria yang memporakporandakan rumah-rumah. Dilansir dari Tech Times, Puerto Rico masih belum pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh Badai Maria yang melanda pulau itu pada September.

Jumlah korban tewas meningkat menjadi hampir 3.000 orang. Dalam studi yang diterbitkan pada Kamis (27/9/2018) para ahli memperingatkan bahwa badai yang lebih besar akan datang dikemudian harinya.

 

Para peneliti menunjukkan bahwa La Nina moderat di Pasifik juga ikut bertanggungjawab atas pembentukan enam badai besar di lautan Atlantik Utara.

Air hangat yang tidak biasa di laut melebihi semua faktor lainnya dan akan terus menyebabkan angin topan besar di masa depan. Untuk penelitian ini, para ilmuwan menggunakan HiFLOR, sebuah model iklim global resolusi tinggi, yang dikembangkan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration.

Baca juga: Video CCTV Salat Berjamaah saat Gempa Palu Heboh di YouTube

Teknologi ini juga mengidentifikasi bahwa air hangat yang luar biasa dari Samudra Atlantik adalah penyebab utama musim topan besar yang aktif. Hiroyuki Murakami, peneliti dari NOAA mengatakan bahwa metode ini memungkinkan peneliti untuk memprediksi aktivitas badai saat musim sedang terjadi, serta mempertimbangkan kemungkinan kontribusi pemanasan iklim.

Dengan menggunakan model yang sama, para peneliti memprediksi sejumlah besar badai di Atlantik Utara di masa depan. Studi baru ini, para ilmuwan memperingatkan bahwa peningkatan gas rumah kaca di atmosfer, akan terus meningkatkan suhu di seluruh dunia, membawa konsekuensi bencana.

 

Baca juga: Inikah Tampilan Kamera Huawei Mate 20 Pro?

NOAA, dalam studi terpisah, mengungkapkan bahwa suhu permukaan laut global rata-rata telah meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada 2017, suhu permukaan laut global rata-rata adalah 0,67 derajat Celcius.

Sebagai perbandingan, seratus tahun yang lalu, suhu permukaan laut global rata-rata adalah -0,23 derajat Celcius.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini