nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Luar Angkasa Terlihat Sangat Gelap?

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2018 06:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 01 56 1958002 mengapa-luar-angkasa-terlihat-sangat-gelap-0AZNXe5Pmb.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Setiap film mengenai luar angkasa umumnya berlatar belakang gelap. Kalau pun ada cahaya, hanya cahaya bintang atau dari meteor lain yang menyinari. Mengapa luar angkasa terlihat gelap rupanya telah menjadi pertanyaan para ilmuwan selama lebih dari 400 tahun.

Dilansir dari laman Mentalfloss, semua orang dari Johannes Kepler hingga Edmond Halley telah mencoba untuk mencari tahu. Begitu juga, astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers yang tampaknya mengungkap tentang langit yang gelap.

Olbers bertanya-tanya, jika alam semesta tidak terbatas, dan ada jumlah bintang tak terbatas yang tak terbatas, mengapa cahaya dari bintang-bintang itu tidak terlihat dari Bumi? Jika itu terjadi, langit malam akan cerah, tidak gelap.

 

Pada akhir abad ke-19, gagasan tentang alam semesta tak terbatas sebagian besar telah ditinggalkan. Asumsi bahwa alam semesta memiliki usia yang terbatas (sesuatu yang didukung oleh Teori Big Bang) bahwa kecepatan cahaya adalah terbatas, dan dengan demikian alam semesta yang teramati memiliki cakrawala di luar, di mana manusia tidak bisa melihat bintang-bintang.

Lima puluh tahun kemudian, Lord Kelvin menggunakan matematika untuk membuktikan bahwa di alam semesta yang terbatas, atau di mana bintang-bintang lahir dan mati, langit malam seharusnya gelap.

Baca juga: Berapa Batas Aman Durasi Menggunakan Media Sosial untuk Anak?

Ada faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kegelapan di luar sana. Ekspansi kosmik selama miliaran tahun berarti bahwa energi dari radiasi yang dipancarkan setelah Big Bang telah berubah warna menjadi merah, atau berkurang menjadi suhu rendah gelombang mikro.

 

Baca juga: WhatsApp Bakal Tampilkan Iklan di iOS dan Android

Namun, Universe Today memiliki penjelasan lain ruang hitam bagi persepsi manusia karena ada beberapa molekul materi yang dapat memantulkan atau menyebarkan cahaya seperti atmosfer di Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini