Oppo dan J&T Express Salurkan Donasi Rp6 Miliar Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2018 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 02 207 1958430 oppo-dan-j-t-express-salurkan-donasi-rp6-miliar-pasca-gempa-dan-tsunami-sulteng-g939ZGCJ04.jpg Pasca Gempa dan Tsunami di Sulteng (Foto: New York Times)

JAKARTA – Pada 28 September 2018, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR dan tsunami menimpa Donggala dan Palu. Bencana ini mengakibatkan sekitar 1.203 warga meninggal dunia, 540 orang luka berat, dan lebih dari 16 ribu orang menjadi pengungsi.

Menanggapi hal ini, Oppo dan J&T Express menyalurkan donasi kemanusian sebesar Rp6 miliar, masing-masing sejumlah Rp 4 miliar dan Rp 2 miliar, untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Keduanya menyalurkan donasi melalui program Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin menyambut baik perhatian dan kepedulian OPPO dan J&T Express untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami Palu-Donggala.

“Tidak perlu berlarut dalam kepiluan. Bertubi-tubinya cobaan adalah momentum untuk menjadikan insan yang lebih baik dan lebih peduli. Dana kepedulian ini akan dioptimalkan membantu penyediaan layanan kedaruratan di Palu-Donggala. Ikhtiar yang akan dilakukan ACT adalah menyiapkan Kapal Kemanusiaan yang akan membawa bantuan beras. Simultan kami akan gerakkan bantuan dari Surabaya, Makassar, juga dari Jakarta. Mendahului hal itu, ACT telah menerjunkan seribu relawan terlatih ke lokasi terdampak di Palu dan Donggala,” jelas Ahyudin, Selasa (2/10/2018). 

Menurut Ahyudin, kejadian bencana tidak mungkin diselesaikan hanya satu pihak, perlu banyak pihak untuk bersinergi. Apresiasi untuk OPPO dan J&T telah menginspirasi.

Tsunami di Palu

Baca Juga: 4 Tips Google Translate yang Perlu Anda Ketahui

Direktur Utama OPPO Indonesia, Ivan Lau, menyampaikan simpatinya kepada masyarakat terdampak gempa. “Hati dan doa kami senantiasa bersama ribuan masyarakat terdampak bencana. OPPO memiliki tim yang sangat besar di Sulawesi, saat bencana terjadi hingga saat ini keberadaan mereka belum dapat diketahui,” paparnya.

Ivan mengatakan, keputusan OPPO menggandeng ACT dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan adalah karena profesionalitas dan akuntabilitas ACT yang telah terbukti. “Alasan kami bekerja sama dengan ACT yang telah memiliki reputasi secara profesional sebagai lembaga kemanusiaan sejak 2005. ACT paham dan tahu apa yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak bencana dari berbagai aspek,” imbuhnya.

CEO J&T Express Robin Lo menambahkan, J&T Express juga memiliki tim yang terdampak bencana di Sulawesi. “Kami berharap bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak bencana sesegera mungkin. Sebab itu, kami bergabung dengan ACT untuk menyalurkan donasi kemanusiaan,” paparnya.

Sementara itu, untuk menyuplai informasi valid dan terkini dari lokasi gempa dan tsunami, Iqbal Setyarso selaku Vice Presidentof Communication ACT mengatakan, ACT akan mendirikan Information Center dan Media Center di sejumlah lokasi strategis.

“ACT siap menjadi sumber informasi akurat soal gempa. Seluruh data terbaru dari lapangan akan didistribusikan berkala di Media Center untuk kawan-kawan media, dan Information Center untuk publik. Insya Allah Media Center akan didirikan di Palu, Jakarta, dan Makassar. Sementara Information Center akan diinisiasi di Bandara Makassar, Bandara Surabaya, Bandara Gorontalo, dan di sejumlah lokasi strategis atau bandara lain yang menghubungkan publik dengan Palu, termasuk di Jakarta,” jelas Iqbal Setyarso.

Tsunami di Palu

Gempa Palu juga menjadi akselerasi diaktifkannya ACT Cabang Palu, berkolaborasi dengan ACT cabang lainnya yang lebih dulu berkiprah. Lebih lanjut, Ahyudin mengajak partisipasi seluruh negeri dan berpikir bahwa bencana sebagai salah satu cara langit menyatukan bangsa.

“Cara terbaik merespons sapaan langit, tunjukkan kepedulian pada sesama yang sedang diuji dengan bencana. Elemen pemerintah dengan amanahnya, bergerak serius dan secepatnya membantu, memulihkan yang rusak, menolong yang sakit, dan lapar. Elemen masyarakat membantu dengan segenap kemampuan, tidak boleh hanya ada yang menonton nestapa ini,” jelasnya.

ACT belum tuntas menangani masyarakat terdampak gempa Lombok setelah beberapa waktu lalu menyerahkan satu kawasan hunian terintegrasi di Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Palu kini dilanda gempa dan tsunami.

“Kita beradu dengan waktu. Kita segera menolong yang sakit dan terluka, menghibur yang kehilangan, menyiapkan naungan bagi yang kehilangan rumah. Tunjukkan kepada dunia kesatuan kita sebagai bangsa. Ujian ini menjadi cara Allah menjadikan kita bangsa yang terlatih menolong sesama, terlatih melayani dan mengurusi persoalan kehidupan. Allah sedang siapkan kita menyelamatkan dan membangun kehidupan,” pungkas Ahyudin.

Tsunami di Palu

Baca Juga: Penelitian Temukan Kucing Tak Pandai Berburu Tikus

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini