Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Jelaskan 3 Faktor Penyebab Tsunami Mematikan di Palu

Agregasi Rabu 03 Oktober 2018 10:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 02 56 1958766 peneliti-jelaskan-3-faktor-penyebab-tsunami-mematikan-di-palu-jUcz1Tl755.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para ilmuwan mengatakan bahwa tsunami yang menghancurkan Palu lebih besar dibandingkan dengan gempa yang memicunya. Namun beberapa faktor lain, termasuk teluk yang panjang dan sempit, menghasilkan gelombang raksasa.

Setidaknya 844 orang meninggal akibat bencana tersebut. Para pejabat mengatakan jumlah korban akan meningkat, mungkin bisa mencapai ribuan.

Gempa berkekuatan 7,5 SR yang terjadi pada Jumat (27/9) sore, saat mayoritas warga biasanya sedang salat di masjid, merobohkan beberapa gedung di Palu dan daerah sekitarnya.

Namun, pertemuan kondisi geofisika yang tidak lazim menyebabkan tsunami terlokalisir yang mampu menghancurkan gedung-gedung dan tentu saja, menimbulkan korban jiwa.

 

“Gelombangnya mencapai setidaknya dua sampai tiga meter dan ada kemungkinan lebih dari itu,” kata Jane Cunneen, salah satu peneliti dari Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Curtin di Bentley, Australia Barat.

Dilihat dari ukuran gempa, seharusnya tidak menyebabkan tsunami sebesar itu.

Sebaliknya, tsunami di Palu terjadi karena pergeseran sesar dengan pola strike-slip, yaitu ketika bongkahan kerak-kerak Bumi saling bergerak ke dalam satu sama lain di sepanjang bidang horizontal.

“Pergeseran seperti ini umumnya tidak menyebabkan tsunami, karena mereka tidak menyebabkan kenaikan dasar laut yang terlalu besar,” kata Cunneen.

Jadi apa yang menyebabkan munculnya gelombang mematikan itu? Setidaknya ada tiga faktor, kata para peneliti kepada AFP.

Baca juga: Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoaks soal Gempa Bumi Sulteng

Longsor Bawah Laut

Salah satu penyebabnya adalah saluran air laut yang panjang dan dengan ujung yang buntu di daerah dataran rendah kota Palu.

“Bentuk teluk sangat berperan penting dalam memperbesar ukuran gelombang,” kata Anne Socquet, pakar gempa bumi dari Institut Gempa Sains di Grenoble.

“Teluk berfungsi seperti corong jalur masuk gelombang tsunami.”

 

Ketika teluk menyempit dan makin dangkal, air terdorong ke atas dari bawah dan tertekan dari berbagai arah secara bersamaan.

Faktor yang kedua adalah kekuatan dan lokasi pusat gempa.

Baca juga: Mengapa Luar Angkasa Terlihat Sangat Gelap?

Gempa dengan ukuran 7,5 SR termasuk gempa yang berkekuatan besar. Hanya sedikit gempa yang berkekuatan besar seperti ini terjadi setiap tahunnya.

Hal yang memperburuk, retakan Bumi sangat dekat dengan pantai. Akibatnya, gelombang tidak memiliki cukup waktu atau jarak untuk menyurut.

Terakhir, bukti yang menunjukkan bahwa tsunami juga disebabkan oleh terjadinya longsor pada dasar laut.

“Gempa mungkin menyebabkan longsor pada dasar laut dekat dengan mulut teluk, atau bahkan di dalam teluknya,” kata Cunneen.

Hal ini dapat membantu menjelaskan kenapa gelombang begitu besar menerjang dekat Kota Palu, namun lebih kecil di daerah lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini