Bot dengan Teknologi AI Dilarang Menyerupai Manusia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 07:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 03 56 1959208 bot-dengan-teknologi-ai-dilarang-menyerupai-manusia-8nTf0L4jCd.jpg Ilustrasi Bot (Foto: The Inquirer)

JAKARTA - Pemerintah California membuat undang-undang baru terkait bot yang menyerupai manusia. Mereka melarang adanya bot yang berpura-pura menjadi manusia. Bot ini merupakan program komputer yang melakukan tugas berulang otomatis.

Dalam undang-undang terbaru itu disebutkan jika bot harus mengungkapkan sifatnya, sehingga jelas bagi pengguna bahwa mereka berbicara dengan mesin bukan manusia. Contoh kecilnya sesederhana sang bot mengatakan, "Saya seorang robot".

Dilansir dari laman Slash Gear, Kamis (4/10/2018), undang-undang tersebut diusulkan pertama kali pada April 2018. Tujuannya adalah mencegah manipulasi dan penyebaran berita palsu di media sosial.

Bot dengan kecerdasan buatan (AI) memang telah populer selama beberapa tahun terakhir. Bot ini memiliki kecanggihan yang luar biasa, di mana memungkinkan manusia secara langsung mendapatkan informasi bahkan tanpa berbicara dengan manusia sebenarnya.

 Ilustrasi

Baca Juga: Facebook: Hacker Tak Bisa Login Akun Medsos yang Terhubung dengan Facebook

"Adalah tidak sah bagi siapa pun untuk menggunakan bot untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain di California secara online, dengan maksud untuk menyesatkan orang lain tentang identitas buatannya dengan maksud untuk secara sengaja menipu orang tersebut tentang isi komunikasi dalam rangka untuk menginsentifkan pembelian atau penjualan barang atau jasa dalam suatu transaksi komersial atau untuk mempengaruhi pemungutan suara dalam pemilihan. Seseorang yang menggunakan bot tidak akan bertanggungjawab di bawah bagian ini jika orang tersebut mengungkapkan bahwa itu adalah bot," tulis RUU tersebut.

RUU ini disetujui pada 28 September dan akan berlaku pada 1 Juli 2019. Undang-undang ini diusulkan oleh Senator Negara Demokrat, Bob Hertzberg, dan itu mengharuskan perusahaan untuk menyediakan pengguna dengan cara melaporkan bot yang menurut mereka melanggar aturan baru.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini