Facebook Dituntut atas Dugaan Mendukung Perdagangan Manusia

Anggita Nurlitasari, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 04 207 1959676 facebook-dituntut-atas-dugaan-mendukung-perdagangan-manusia-9OACuWraas.jpg (Foto: Ubergizmo)

JAKARTA - Facebook memungkinkan Anda melakukan banyak hal dengan teman bahkan Anda juga bisa menjual dan membeli barang melalui aplikasi tersebut. Selain digunakan untuk hal positif, jejaring sosial itu tampaknya juga dimanfaatkan untuk kejahatan.

Seorang wanita di Texas baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap Facebook di mana dia menuduh bahwa jaringan sosial itu "memungkinkan" perdagangan manusia.

Dilansir laman Ubergizmo, Kamis (4/10/2018), wanita itu mengklaim bahwa ketika dia berusia 15 tahun, dia berteman dengan seorang pengguna Facebook yang ternyata adalah seorang pelaku perdagangan manusia yang kemudian terjadi hal yang tidak diinginkan seperti memukul, memperkosa dan kemudian memaksanya melakukan perdagangan seks.

 

Baca juga: Facebook dan WhatsApp Beri Donasi Rp15 Miliar untuk Gempa dan Tsunami di Sulteng

Orang tersebut kemudian mem-posting foto-foto wanita di website iklan Backpage.com. Gugatan ini mengklaim bahwa Facebook tidak cukup untuk memverifikasi identitas pengguna, dan bahwa Facebook tidak memperingatkan pengguna bahwa pelaku perdagangan seks potensial beroperasi di situs webnya.

Sejak adanya laporan tersebut situs web Backpage.com itu ditutup awal tahun ini di mana pihak berwenang percaya bahwa itu digunakan untuk memfasilitasi perdagangan seks.

 

Baca juga: WhatsApp Uji Coba Fitur "Swipe to Reply" di Android

Pihak Facebook pun menjelaskan bahwa, "Perdagangan manusia tidak diizinkan di Facebook. Kami menggunakan teknologi untuk merintangi penyalahgunaan semacam ini dan kami mendorong orang-orang untuk menggunakan tautan pelaporan yang ditemukan di situs kami sehingga tim pakar dapat meninjau konten dengan cepat”.

Dalam hal ini Facebook juga bekerjasama dengan organisasi anti perdagangan dan perusahaan teknologi lainnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini