YouTube Go Cocok untuk Pengguna dengan Kuota dan Konektivitas Terbatas

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 04 207 1959789 youtube-go-cocok-untuk-pengguna-dengan-kuota-dan-konektivitas-terbatas-BLh2gpouLB.jpg Aplikasi YouTube Go (Foto: Global News Radar)

JAKARTA – Sejak dirilis pada September 2017, YouTube Go mampu menarik minat penonton di Indonesia. Menurut Head of Consumer Marketing, Google Indonesia Fibriyani Elastria aplikasi tersebut cukup populer untuk user di daeran dengan keterbatasan konektivitas.

“Kita gak punya data pastinya. Tapi kalau dilihat memang kebanyakan yang masih random adalah user-usernya yang masih baru. Datangnya itu dari kota-kota di tier 2 hingga tier 3. Presentasenya sayangnya gak boleh bilang. Pokoknya Indonesia itu keren banget dan banyak di daerah,” kata dia saat ditemui di Double Tree by Hilton, Jakarta, pada 4 Oktober 2018. 

Lebih lanjut dia menjelaskan tujuan YouTube Go memang diperuntukan bagi mereka yang memiliki keterbatasan kuota, perangkat ponsel, dan konektivitas. Ini biasa terjadi pada pengguna yang tinggal di daerah atau bukan kota besar seperti Jakarta.

Youtube Go

Baca Juga: Facebook Tambah Fitur Baru untuk Kurangi Komentar Negatif

“Karena memang YouTube Go tujuan kita memang untuk bisa membuka akses untuk mereka dengan kuota yang terbatas pertama. Kedua handphone yang dipakai pun hp murah lah. Jadi kalau dia pakai YouTube yang biasa itu suka buffering yang ketiga mereka konektivitasnya belum punya Wifi. Tidak ada 4$, biasanya 2G atau 3G,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini aplikasi YouTube Go telah mencapai 50 juta download di Play Store. Kemudian, Google pun memberikan pembaruan dalam aplikasi pada akhir Juli 2018. YouTube Go mendapatkan ekstensi file video dalam bentuk baru. Dengan format baru ini, video tersedia secara offline di aplikasi YouTube Go yang akan tersedia untuk diakses pada aplikasi galeri bawaan ponsel.

Pengguna dapat berbagi video melalui berbagai aplikasi dan juga dapat menghapusnya. Setelah dibagikan, video hanya akan dapat diputar di aplikasi YouTube Go.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini