Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekosistem Gamer Terbentuk, Acer: Laptop Gaming Masih Seksi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 20:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 57 1960355 ekosistem-gamer-terbentuk-acer-laptop-gaming-masih-seksi-zfNvKe12s2.jpg (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Gaming Series Product Manager Acer Indonesia, Andreas Lesmana menjelaskan untuk saat ini pangsa pasar laptop gaming di Indonesia sangat tinggi.

"Kalau data yang saya lihat itu konsol plus PC itu kenaikannya sangat tinggi. Dan meyakinkan kita untuk memilih pasar ini, bahwa laptop gaming ini masih seksi," imbuh dia.

Dia juga menjelaskan jika pertumbuhan ini sejalan dengan ekosistem gamer yang semakin besar.

"Dan yang menjadi pertimbangan lagi adalah banyak sekarang ini banyak bermunculan kompetisi-kompetisi dan ekosistem gamer yang sudah mulai terbentuk. Ini membuat kita semakin menaikan penjualan kita di Indonesia," jelas dia.

 

"Presiden Direktur kami mengatakan bahwa kenaikan Predator (laptop gaming Acer) dari tahun sebelumnya kenaikannya 900 persen," tutup Presales Manager Product Department Acer Indonesia, Dimas Setyo.

Baca juga: Sony Xperia Terbaru dengan Dual Kamera Saingi Samsung

Menguatnya Kurs Dolar AS

Menguatnya kurs dolar AS tampaknya cukup signifikan, bahkan menyentuh angka Rp15.182 saat ini. Menanggapi fenomena menguatnya kurs dollar tersebut, Gaming Series Product Manager Acer Indonesia, Andreas Lesmana mengatakan jika hal tersebut belum berdampak pada produk terbaru milik Acer.

Seperti diketahui, Acer baru-baru ini merilis dua perangkat gaming terbarunya yang menggunakan prosesor AMD Ryzen 7.

 

Baca juga: Acer Rilis Predator Helios 500 dengan Prosesor AMD Ryzen Generasi Kedua

"Kalau untuk penjualan saat ini kita belum melihat dampaknya ya. Tapi kita melihat secara positif mengenai kenaikan dolar ini. Jadi, kenaikan itu memang berpengaruh pada harga barang tentunya (secara keseluruhan). Satu sisi Acer melihat ingin menyediakan harga yang kompetitif. Jadi kita berharap ke depannya kurs dolar ini bisa stabil," kata Andreas di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Lebih lanjut, dia menambahkan harapannya agak kurs dolar dapat stabil.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini