nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infokom Elektrindo Tancap Gas Pacu Bisnis 'High Throughput Satellite'

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 15:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 08 207 1961113 infokom-elektrindo-tancap-gas-pacu-bisnis-high-throughput-satellite-f4ip5Q92qp.jpeg Foto: Istimewa

JAKARTA – Perusahaan penyedia layanan terintegrasi teknologi komunikasi, Infokom Elektrindo, siap mendongkrak kapasitas akses data melalui satelit. Langkah korporasi milik MNC Media ini dilakukan dengan memacu bisnis layanan High Throughput Satellite (HTS) mulai tahun 2019.

Saat ini penggunaan HTS dipersiapkan untuk proyek universal service obligation (USO) atau Jasa Akses Publik Layanan Internet WiFi Kabupaten yang dijalankan pemerintah Indonesia. Rencananya, Infokom Elektrindo akan mengoperasikan dan mengimplementasikan layanan HTS pada pertengahan 2019.

General Manager Operasional dan Engineering PT Infokom Elektrindo, Denny Kurniawan mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara di acara Asia Pasific Satellite Communication Council (APSCC) Satellite Conference and Exhibition 2018, di Jakarta, Rabu (3/20/2018).

 “Penggunaan HTS di Indonesia sudah ada sejak satelit IPSTAR pada tahun 2005, namun belum massive. Kami sedang mempersiapkan penggunaan HTS untuk proyek USO dengan kapasitas sekitar 10-15 Gbps,” ujar Denny.

Sementara, untuk HTS SMF (Satelit Multi Fungsi) rencananya juga akan beroperasi beberapa tahun ke depan di Indonesia dengan kapasitas hingga 80-100 Gbps. “Manfaatnya untuk Indonesia sangat besar. Dan, kami akan memulai menggunakan HTS di Proyek Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) pada pertengahan 2019,” katanya.

Infokom

Baca Juga: Teknologi AI Mungkinkan Anda Ketahui Resep Makanan Melalui Foto

Ia juga berharap, pemerintah tetap menjaga ekosistem industri VSAT di Indonesia agar terus berjalan dengan baik. Selain itu, juga memperkuat kerjasama antara operator penyedia jasa termasuk penyedia perangkat dalam menjalankan bisnis VSAT ini. VSAT berfungsi untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

Pada kesempatan yang sama, Committee Chair APSCC 2018 Conference Patrick M French mengatakan, pihaknya melihat perubahan signifikan dengan adanya rencana peluncuran satelit nasional terbaru, dan layanan HTS dengan kapasitas yang lebih besar. Pasalnya, saat ini ada peluang baru yang muncul. Terutama satelit multifungsi milik pemerintah BAKTI di Indonesia.

APSCC Satellite Conference and Exhibition 2018 diselenggarakan pada 2-4 Oktober 2018 di Shangrilla Hotel Jakarta, Indonesia. APSCC sebagai penyelenggara adalah organisasi internasional nirlaba. APSCC memiliki misi untuk mempromosikan pertumbuhan industri satelit dan meningkatkan efisiensi dari layanan dan bisnis menggunakan satelit di kawasan Asia Pasifik.

Mengangkat tema #SATECHconnect, APSCC 2018 menghubungkan pelaku industri yang ada, pelaku bisnis lokal, dan pemain baru melalui program conference dalam rangka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini