nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google+ Ditutup Usai Google Sembunyikan Kebocoran Data Pengguna

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 11:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 09 207 1961486 google-ditutup-usai-google-sembunyikan-kebocoran-data-pengguna-bKKxYEfhik.jpg (Foto: Reuters Blogs)

JAKARTA - Google baru-baru ini mengumumkan penutupan dari layanan mereka, Google+. Penutupan tersebut diungkap setelah perusahaan memperbaiki sebuah bug yang menampakan data pribadi sebanyak 500 ribu akun.

Dilansir Theguardian, Selasa (9/10/2018), Google menemukan sebuah bug di API untuk Google+ yang memungkinkan developer aplikasi pihak ketiga mengakses data tidak hanya dari pengguna yang telah memberikan izin, tetapi juga teman-teman mereka.

Skenario kebocoran data ini mungkin serupa dengan yang dialami oleh Facebook, yang membuat CEO Facebook Mark Zuckerberg disidang di depan Kongres AS. Google, yang mengalami hal ini konon memilih untuk tidak mengungkapkan kebocoran data.

 

Wall Street Journal mengungkap pada Senin, hal ini dilakukan Google untuk menghindari 'sakit kepala' oleh public relations dan potensi penegakan peraturan. Kini, Google mengungkap bahwa pihaknya menutup akses konsumen untuk Google+ dan meningkatkan proteksi privasi untuk aplikasi pihak ketiga.

Dalam sebuah posting-an blog tentang penutupan itu, Google mengungkapkan kebocoran data, yang dikatakan berpotensi mempengaruhi hingga 500.000 akun. Kabarnya, sebanyak 438 aplikasi pihak ketiga yang berbeda mungkin memiliki akses ke informasi pribadi karena bug.

Baca juga: 4 Penyebab Ponsel Meledak, Nomor 4 yang Biasa Terjadi

“Kami tidak menemukan bukti bahwa setiap pengembang mengetahui bug ini, atau menyalahgunakan API, dan kami tidak menemukan bukti bahwa data profil apa pun disalahgunakan,” kata Ben Smith, wakil presiden bidang teknik, menulis di blogpost.

 

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Game Mobile Legends: Bang Bang

Smith membela keputusan untuk tidak mengungkapkan kebocoran itu. "Kapanpun data pengguna mungkin terpengaruh, kami melampaui persyaratan hukum kami dan menerapkan beberapa kriteria yang difokuskan pada pengguna kami dalam menentukan apakah akan memberikan pemberitahuan," jelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini