nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo Luncurkan Proyek Satelit Multifungsi Hubungkan Sekolah hingga Kantor Desa dengan Internet

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 09 207 1961544 menkominfo-luncurkan-proyek-satelit-multifungsi-hubungkan-sekolah-hingga-kantor-desa-dengan-internet-bLO40qm4os.jpg Ilustrasi Satelit (Foto: Space News)

JAKARTA – Pada 8 Oktober 2018, Menkominfo Rudiantara mengumumkan Proyek Satelit Multifungsi dalam Forum Media Creative and Innovatifve Financing: Showcasing Indonesia Model, Hotel Melia, Nusa Dua, Bali. Menurutnya, rancangan satelit tersebut menggunakan teknologi ahead the curve.

"Telkom, Indosat, PSN, operator belum pakai teknologi ini. Jadi sekali-sekali Pemerintah juga bisa menunjukkan lebih cepat lebih maju dari operator dan badan usaha. Sekali lagi strukturnya ini jadi KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha)," tutur Rudiantara melalui keterangan resminya, Selasa (9/10/2018).

KPBU merupakan sebuah skema penyediaan dan pembiayaan infrastruktur yang berdasarkan pada kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta). Keunggulan skema KPBU menuru dia adalah governance (transparan, akuntabel dan mempertimbankan resiko.

“Dengan KPBU kita bisa akses the best talent available dan bisa memperkaya produk-produk keuangan kita," imbuh pria yang akrab disapa Chief.

Tidak hanya sampai disitu, ia pun menjelaskan latar belakang proyek untuk menghubungkan sekolah, Puskesmas dan kantor desa atau kelurahan di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.

"Saat ini di Indonesia Indonesia mempunyai 226 ribu sekolah. Tapi 9 ribunya belum mempunyai konektivitas internet, ada 4 ribu lebih Puskesmas kebanyakan belum terhubung dengan internet, kantor kelurahan, kantor desa hampir 50 ribu, ini kita harus menghubungkan mereka," jelas dia.

Peluncuran Satelit Multifungsi

Baca Juga: Google+ Ditutup Usai Google Sembunyikan Kebocoran Data Pengguna

Menurut dia, pemilihan satelit multifungsi merupakan pilihan paling tepat untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia.

"Ada 150 ribu kurang lebih kita akan hubungkan. Tidak ada jalan lain, karena menggunakan solusi teresterial, kita tarik kabel itu akan lama. Jadi kita akan gunakan satelit," ungkapnya.

Menariknya, lanjut dia satelit captive untuk pemerintahan Indonesia itu bisa digunakan untuk menopang pendidikan dan kesehatan.

"Khususnya untuk pendidikan dan sesuai regulasi kita di Undang-Undang untuk pendidikan APBN itu 20% dan untuk kesehatan 5%. Bu Menteri nanti ini sudah jalan, ini bisa dikompensasi dari pendidikan, jangan semuanya yang 20% diberikan ke sektor pendidikan, sebagain untuk membiayai satelit ini bisa berjalan," kata dia.

Proyek Satelit Multifungsi menurut Rudiantara sudah mulai berjalan. "Insyaallah akhir tahun kita akan tetapkan pemenangnya. Dan financial closingnya tahun depan. Kalau spec segmen dan ground segmen di luar antena yang 150 ribu tadi, perkiraannya bisa 8 sampai 9 Triliun, tergantung rancangannya," papar Rudiantara.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini