nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Grup LGBT di Facebook, Kominfo Akan Blokir Jika Mengandung Muatan Pornografi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 10 207 1962199 soal-grup-lgbt-di-facebook-kominfo-akan-blokir-jika-mengandung-muatan-pornografi-QVDBATpdSe.jpg Ilustrasi (Foto: Spectator)

JAKARTA - Belum lama ini, informasi mengenai grup pria sesuka sesama jenis atau Gay di Garut ramai menjadi perbincangan. Grup bernama 'Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut viral di media sosial Facebook.

Memprihatinkannya lagi pesertanya merupakan anak di bawah umur, pelajar SMP dan SMA dan tercatat sudah 2,6 ribu anggota dalam grup tersebut.

Menanggapi beredarnya grup LGBT di media sosial tersebut, Kementerian Kominfo melalui Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mengatakan hingga saat ini Kominfo belum menerima surat pemberitahuaan dari KPAI mengenai keberadaan grup-grup komunitas LGBT.

Meski demikian, Kominfo melalui Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI telah melakukan analisis atas konten pada grup yang diduga mengandung muatan LGBT.

“Pada prinsipnya, Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Kemkominfo RI akan melakukan tindakan blokir atau pemutusan akses jika konten-konten pada group FB tersebut mengandung muatan pornografi,” kata Ferdinandus dalam keterangan resmi, Rabu (10/10/2018).

Grup LGBT

 

Baca Juga: Perangi Akun Palsu, Instagram Hadirkan Otentikasi Dua Faktor Berbasis Aplikasi

Lebih lanjut dia menegaskan jika kategori pornografi yang mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 merupakan konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin atau pornografi anak.

Subdit Pengendalian Konten Internet Kemkominfo RI, lanjut dia juga tengah berusaha berkoordinasi dengan Polres Garut mengenai kasus ini.

“Jangan sampai jika group FB diblokir oleh Kemkominfo malah justru menghambat proses penyelidikan atau penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polres Garut,” imbuh dia.

Untuk informasi, Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yang melanggar undang-undang, 80 persen di antaranya adalah website pornografi hingga awal Oktober 2018.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini