nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Huawei Umumkan Chip Terbaru dengan Teknologi AI

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 08:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 10 207 1962255 huawei-umumkan-chip-terbaru-dengan-teknologi-ai-lI8ZdFcC1s.jpg Chairman Huawei, Eric Xu (Foto: Korea Times)

JAKARTA - Huawei memperluas teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan chip AI terbaru, Ascend 910 dan Ascend 310. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Chairman Huawei, Eric Xu dalam gelaran Huawei Connect 2018 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center.

Dilansir dari laman Korea Times, Rabu (10/10/2018) Xu mengatakan jika chip Ascend 910 mampu membantu pusat data untuk memproses lebih banyak data dalam jumlah waktu yang lebih cepat daripada chip AI lainnya.

Selain itu, Ascend 3100 yang nantinya akan digunakan sebagai perangkat IoT (Internet of Things) memiliki efisiensi untuk konsumsi daya rendah.

Dia juga menambahkan kedua chip akan tersedia di pasar pada kuartal kedua tahun depan. Sebelumnya, pada September 2018 Huawei telah memperkenalkan platform layanan AI enterprise Huawei Cloud EI dan platform mobile AI yang terbuka Huawei HiAI pada bulan April.

AI

Baca Juga: Google Resmi Umumkan Pixel 3 dan Pixel 3 XL dengan Android Pie

Seiring dengan hadirnya chip Ascend, Xu mengatakan Huawei akan mampu memberikan portofolio bisnis AI secara penuh.

"Full-stack adalah tentang fungsionalitas teknologi kami. Portofolio lengkap kami meliputi chip, pengaktifan chip, pelatihan dan kerangka inferensi, dan pemberdayaan aplikasi," kata Xu.

Dengan chip AI baru, Huawei berharap dapat bersaing ketat di sektor chipset AI dengan perusahaan teknologi terkenal di dunia termasuk Samsung Electronics, Qualcomm dan Nvidia.

Dengan memasuki pasar chipset AI, Huawei, yang saat ini memiliki bisnis jaringan, cloud dan perangkat konsumen, mengatakan bertujuan untuk menciptakan ekosistem di sekitar aplikasi AI.

Pasar chipset AI dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti unit pemrosesan pusat (CPU), unit pemrosesan grafis (GPU), prosesor jaringan saraf (NNP) dan sirkuit terintegrasi spesifik aplikasi (ASIC). Ini telah didominasi oleh perusahaan-perusahaan AS termasuk Nvidia, Intel, IBM dan AMD.

Menekankan pentingnya individu-individu berbakat dalam teknologi yang sedang berkembang, Xu mengatakan Huawei akan berinvestasi besar dalam membina lebih banyak bakat.

"Sekitar 20.000 tesis tentang teknologi AI diterbitkan dan sekitar 1.000 bisnis baru yang berurusan dengan AI terdaftar pada tahun 2017. Kami sudah tahu bahwa teknologi AI akan segera tumbuh menjadi salah satu teknologi penting untuk memimpin industri," kata Xu. "Untuk pengembangan industri AI, membina individu-individu berbakat adalah prioritas utama bagi kami," katanya. 

Huawei

Baca Juga: Qualcomm Snapdragon 8150 Tak Berbeda Jauh dengan Snapdragon 845?

Kemudian, untuk meningkatkan ketersediaan bakat AI dari perusahaan, Xu mengatakan perusahaan perlu berkolaborasi secara luas dengan akademia global, industri dan mitra.

 Komitmen Huawei untuk masuk jauh ke dalam teknologi AI sejalan dengan rencana "Made in China 2025" pemerintah China, yang akan menjadi lebih kompetitif dalam teknologi terdepan dalam Revolusi Industri Keempat.

Untuk memimpin sektor ini, pemerintah China jugamengumumkan peta jalan tiga langkah tahun lalu. Langkah pertama adalah mengikuti perkembangan teknologi AI pada tahun 2020 setelah melakukan upaya untuk mengembangkan sumber daya penelitian dan pendidikan.

Langkah kedua adalah untuk mencapai terobosan besar dalam teknologi pada tahun 2025 dan akhirnya menjadi pemimpin di sektor ini pada tahun 2030 akan menjadi langkah ketiga.

Untuk informasi, China saat ini menduduki peringkat dua dalam kapasitas teknologi AI setelah AS. Menurut sebuah studi Universitas Oxford pada Maret, China diberi skor 17 persen. Ini menunjukkan pangsa kemampuan total AI dunia sementara AS menyumbang porsi terbesar dengan skor 33 persen.

Huawei

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini