nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fosil Siput Terjebak di Resin Pohon Berumur 99 Juta Tahun

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 06:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 56 1963423 fosil-siput-terjebak-di-resin-pohon-berumur-99-juta-tahun-ETwXUaaCFb.jpg Fosil Siput di Resin Pohon (Foto: Ist)

JAKARTA – Amber adalah resin pohon yang menjadi fosil dan dihargai karena warna serta kecantikannya, biasanya ada beberapa hewan yang terjebak dalam resin ini salah satunya seekor siput yang berumur 99 juta tahun dari Myanmar.

Dilansir dari laman Science Alert, Jumat (12/10/2018), siput ini terbungkus dalam resin pohon yang ditemukan para ahli paleontology, fosil siput ini sangat sempurna, cangkangnya yang masih utuh dan jaringan siput lunak prasejarah.

 

Siput berasal dari Cretaceous sewaktu zaman dinosaurus. Morfologi siput ini menunjukkan bahwa fosil siput ini adalah nenek moyang keluarga Cyclophoridae dari siput teresterial. Ini membuat mereka bukan hanya siput tertua yang pernah ditemukan itu juga akan menjadi fossil siput tertua yang ditemukan di Asia.

Beberapa penemuan siput ini telah disimpan pada catatan fosil, tetapi siput yang berada didalam Amber sangatlah langka. Fosil siput ini dibeli dari kolektor fosil pribadi pada tahun 2016, "Resin pohon purba memiliki potensi pengawetan yang luar biasa, menangkap detail terbaik dari organisme fosil yang berusia jutaan tahun dalam ruang 3-D yang sempurna - sedemikian rupa sehingga mereka tampak seolah-olah mereka baru saja terperangkap di dalam resin kemarin," paleontolog Jeffrey Stilwell dari Monash University di Australia.

Karena siput yang menjadi fosil ini begitu muda, sulit diidentifikasi apakah siput ini termasuk spesies Cyclophoridae. Fosil siput yang berada dalam resin pohon ini mungkin hidup ketika terbungkus resin, tubuhnya membentang dan terdistorsi dengan gelembung udara di sekitar kepalanya.

"Bagian-bagian lunak dari siput sangat melar, dan ini bisa menjadi upaya terakhir untuk melarikan diri, tetapi tidak berhasil," tulis para peneliti dalam makalah mereka. Kejadian itu menjelaskan bahwa siput kecil itu merangkak untuk melarikan diri ketika resin pohon mulai menelannya, setelah terperangkap, siput itu memancarkan udara, mungkin dari paru-paru di dalam sangkangnya.

Siput dalam amber ini sekarang dalam koleksi institute Paleontologi Dexu di Chaozhou, Cina. Dan makalah yang menjelaskan siput itu diterbitkan dalam jurnal Cretaceous Research.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini